CB, TULUNGAGUNG-Belun lama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung berencana melakukan rotasi. Tentu, rotasi jabatan ini sendiri merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi untuk mewujudkan keaktifan dalam sebuah organisasi.
Namun demikian, rotasi pada Eselon III dan IV dan bakal dilakukan pada 7 September 2023 lalu itu mendadak diurungkan alias undangan yang terlanjur tersebar itu ‘ditarik’ ulang. Bahkan beredar kabar, yakni kemarin (Kamis 14/09, red) adanya pelantikan, namun diurungkan lagi.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Kabupaten Tulungagung Ponky saat ditemui mengatakan, kalau dirinya tidak tahu menahu soal pelantikan tersebut.
“Bagaimana ya mas, enaknya njenengan konfirmasi langsung saja ke beliaunya pak bupati atau pak Sekda,” kata Ponky yang terlihat kebingungan saat dikonfirmasi wartawan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Tulungagung dikonfirmasi soal pelantikan dikemungkan bakal ada, senyampang semua itu tidak menabrak aturan.
“Informasi adanya pelantikan, mungkin saja ada pejabat yang kosong dan sangat dimungkinkan, dan itu dibolehkan oleh aturan,” kata Sekda Tulungagung Sukaji seraya mengatakan sepanjang tidak menyalahi aturan dan itu bisa dilaksanakan ya dilaksanakan.
Namun saat ditanyakan soal waktu pelantikan itu, iapun mengatakan tidak tahu menahu. “La itu kurang tahu saya. Kapan waktunya, dimana siapa saja,” jelasnya.
Saat disinggung rumor soal pelantikan yang kali dua juga diurungkan, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung ini langsung menepisnya
“Untuk hari ini (Kamis ) yang jelas hanya informasi saja, dan anda sendiri juga tahu hari ini tidak ada pelantikan. Ya kira-kira belum siap dilaksakan pelantikan,” jelas Sukaji.
Dan, saat dikonfirmasi soal adanya jual beli jabatan iapun langsung menyangkal, bahkan adanya kabar burung pada pelantikan yang terakhir (bulan lalu, red), yakni ada salah seorang yang telah berseragam akan tetapi tidak jadi dilantik, Sekda pun menjawab kalau dirinya tidak tahu.
“Kalau pengisian jabatan, selama ini yang kita laksanakan itu tidak ada istilah jual beli jabatan. Kalau ada isu, boleh-boleh saja wong namanya isu,” ungkap Sukaji seraya mengatakan kalau isu itu dirinya tidak pernah mendengar dan baru mendengar saat dirinya dikonfirmasi ini.(Hsu)
