CB, TULUNGAGUNG -Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung bareng Badan Riset Sumberdaya Manusia (BRSDM) Kelautan dan Perikanan, Kamis (21/09), menggelar sosialisasi grand design kolaborasi hilirisasi peningkatan kapasitas masyarakat kelautan dan perikanan dalam upaya mendukung terwujudnya desa perikanan cerdas di Gedung Balai Perikanan setempat.
Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Dinas Perikanan Tulungagung Lugu Tri Handoko SE MM mengatakan, kegiatan sosialisasi grand design kolaborasi hilirisasi teknologi ini adalah upaya meningkatkan kapasitas masyrakat kelautan dan perikanan dalam mendukung terwujudnya Desa perikanan cerdas.
Smart Fisheries Village ini sendiri merupakan program yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui BRSDM untuk memperkuat kemandirian desa berbasis usaha perikanan.
“Jadi, kegiatan sosialisasi ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat kelautan dan perikanan dalam mendukung terwujudnya desa perikanan yang cerdas,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Lugu Tri Handoko kepada Cahaya Baru.
Menurut Lugu, Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu ini sendiri telah tetapkan sebagai desa perikanan cerdas ( Smart Fisheries Village) pada Selasa 19 September 2023 yang bertempat di Surabaya.
Dengan ditetapkannya Desa Kendalbulur sebagai desa perikanan cerdas juga telah dilakukan penandatangan Nota kesepakatan tentang sinergi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sumberdaya kelautan dan perikanan di desa cerdas (Smart Fisheries Village) Kabupaten Tulungagung, yakni antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung dengan Badan Riset Sumberdaya Manusia (BRSDM) Kelautan dan Perikanan.
“Alhamdulilah Desa Kendalbulur telah ditetapkan sebagai desa perikanan cerdas dan semoga ini bisa menjadikan motivasi bagi desa lainnya,” ungkapnya.
Dengan telah ditandatangi nota kesepakatan ini, imbuhnya, secara otomatis sebagai pemangku kepentingan dalam desa perikanan cerdas harus memerlukan konsep yang mengacu pada rencana besar untuk mengembangkan desa perikanan yang lebih efesien berkelanjutan dan terintegrasi secara teknologi. Dengan begitu, sambungnya, tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal bakal tercapai.
“Yang jelas program ini dalam pelaksanaannya memadukan pertumbuhan ekonomi, bekerja bersama masyarakat, tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan berbasis digital teknologi kekinian,” jelas Lugu.
Masih kata Lugu, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi Grand Desink Kolaborasi Hilirisasi Teknologi ini , karena hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat kelautan dan perikanan dalam mendukung terwujudnya desa cedas. Iapun berharap, dengan adanya sosialisasi ini program desa cerdas dapat terlaksanan sesuai dengan harapan, yakni untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya Desa Kendalbulur dan nantinya menjadi desa percontohan bagi desa-desa yang ada desa di Tulungagung.
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Perikanan
Yayan Hikmayani mengatakan, dalam kegiatan sosialisasi ini diharap mampu mendongkrak ekonomi masyarakat bagi pembudidaya ikan patin yang ada di Desa Kendalbulur. Karena, menurutnya, hal ini sangat penting dikarenakan budidaya ikan patin ini menjadi pendapatan utama alias bukan hanya pendapatan sambilan.
“Maka penting untuk dikuatkan ekonomi dari usaha itu, sehingga ada perubahan pendapatan dan perubahan ekonomi pada masyarakat setempat. Kalau nanti berhasil, maka Desa Kendalbulur ini akan menjadi model percontohan desa-desa yang lain,” ungkapnya.(rul)
