Somasi Terakhir Tetap Diabaikan Kepala Kemenag, Bintara Center Tempuh  Langkah kedua

CB, TULUNGAGUNG – Upaya somasi yang dilakukan Bintara Center ke Kepala Kemenag Tulungagung, tak pernah mendapat tanggapan (balasan surat, red) dan temui jalan buntu. Pasalnya, sudah kali ketiga somasi yang dilayangkan Bintara Center, namun terkesan diabaikan.

Merasa tak mendapat respon atau balasan dari pihak terkait soal dugaan adanya permasalahan yang melibatkan oknum Pejabat Kemenag, yakni soal di lingkup Kemenag Tulungagung, akhirnya Bintara Center resmi data data dan permohonan dikirim ke ke Menteri Agama, Badan Pemeriksa Keuangan RI serta lembaga lainnya. Dan, itupun setelah pihaknya melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, dua hari lalu.

Karena, menurutnya, Kemenag wilayah Tulungagung diduga masih melakukan praktik pungutan liar (pungli),  dan jumlahnya per tahun hingga milyaran rupiah. Padahal, sesuai aturan,   pungutan tersebut seharusnya mendapat persetujuan terlebih dulu dari Menteri serta harus dilaksanakan audit.

“Kenyataanya itu tidak dilakukan,” kata Raden Ali Sodik saat dihubungi cahayabaru.id via WhatsApp, Rabu (06/12).

Pria murah senyum ini juga menjelaskan, selain adanya penahanan ijazah santri pun harus segera dihentikan atau melalui proses jalur pidana. Menurutnya, masalah tersebut adanya tebang pilih dalam mutasi pejabat di lingkup Madrasah Negeri dan diduga adanya kolusi dan nepotisme yang berujung terjadinya pungutan liar serta adanya jabatan dibawah kepala madrasah yang dijabat lebih 5 tahun serta bisa mengatur kepala madrasah ini menjadi permasalahan.

“Jadi ada yang sangat penting lagi, karena pada waktu itu ada kegiatan yang tidak terencana anggarannya tetap dilaksanakan dan berjalan lancar. Jadi ini dugaan kami terjadinya pungutan liar,” bebernya.

Semua itu, imbuhnya, berawal adanya keluhan orangtua atau wali santri yang melayangkan surat ke Bintara Center. Dan itu semua terjadi di MTSN yang ada di Kabupaten Tulungagung.

“Semuanya ada di Madrasah Negeri yang ada di wilayah Tulungagung, yang seharusnya di selesaikan oleh Kepala Kemenag,” ungkapnya.

Masih kata Raden Ali Sodik, data yang masuk di lembaganya itu lengkap, dan semua sudah ia pegang. “Datanya lengkap di Bintara Center. Karena semua pengadu langsung kami terima dan segera kami melangkah tahap dua untuk membongkar modus yang dimaksud agar tidak merugikan masyarakat Tulungagung. Tentu pula kami masih punya langkah ke tiga , keempat dan seterusnya dalam menangai perkara tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi. “Belua tugas luar,” kata petugas piket, singkat.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *