CB, TULUNGAGUNG – Kisaran dua bulan lagi, Pilihan Presiden (Pilpres) dan Pilihan Legislatif (Pileg) bakal digelar. Tentu pula para peserta pemilu diberi kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, program, dan citra diri mereka kepada publik.
Dan perlu diketahui, profesi anggota legislatif ini dinilai terhormat oleh banyak kalangan, termasuk masyarakat. Dengan mengemban peran sebagai wakil rakyat, anggota legislatif memiliki otoritas yang signifikan dalam menentukan roda pembangunan.
Jika melihat peran dan kedudukannya, maka tidak sembarangan politikus yang layak duduk di posisi itu. Tentu, harus ada kriteria tepat yang diberlakukan oleh negara dan partai politik dalam meloloskan seseorang menjadi calon anggota legislatif.
Sedangkan kriteria yang dimaksud caleg harus memiliki kapasitas, wawasan luas dan kemampuan kepemimpinan yang mumpuni. Selain itu, memiliki moralitas atau akhlaqul karimah yang merupakan pondasi dalam mengemban amanat dari masyarakat.
Tentu pula, caleg juga harus punya kemampuan finansial serta kebutuhan biaya menjadi konsekuensi logis bagi calon anggota legislatif. Biaya yang dimaksud bukanlah untuk menyuap masyarakat, namun untuk akomodasi kegiatan kampanye dan sosialisasi.
Untuk itu, masyarakat sudah saatnya cerdas dalam memilih dan memilah calon pemimpin serta jangan asal memilih kucing dalam karung. Untuk itu, masyarakat harus cerdas dan mampu memahami calon wakilnya yang hendak dipilih. Dan, berbicara semua ini, siapakah sosok Dr H. Adi Toegarisman SH, MH Caleg DPR RI Dapil 6 Jatim serta apakah yang bakal dilakukan untuk Tulungagung bila ia terpilih menjadi DPR RI?
Dan, pria yang pernah menjabat Jampidsus Kejaksaan Agung RI ini menjabarkan, yakni ketika berbicara hukum berkeadilan dan mulai sekarang harus berupaya adanya penegakan hukum yang bermuara pada keadilan. Karena, menurutnya, untuk menjangkau hukum keadilan itu jangan sampai terjadi adanya penyelewengan penerapan hukum, dan tentunya semua itu harus dikembalikan pada acuan undang-undang yang berlaku.
“Kalau tidak ada kepastian, pasti tidak adil. Saya, mencalonkan diri dari Dapil 6 ini, akan berupaya membangun masyarakat terlibat sebagai liberal penegakan hukum. Artinya, kita bukan mendidik mereka bukan, dan tujuannya mereka taat hukum, paham hukum, dan sadar hukum. Sehingga bekerjasama antara masyarakat dengan penegak hukum, tidak terjadi suatu peristiwa pidana korupsi itu,” kata Adi Toegarisman.
Ia juga mengatakan, bahwa masyarakat Tulungagung juga sangat mudah untuk diajak kerjasama, dan kondisinya juga cukup aman serta kondusif. Namun demikian, menurutnya, tidak cukup seperti ini saja, akan tetapi harus membangun di semua aspek.. Dengan begitu, masyarakat Tulungagung bisa berkembang, yakni seperti daerah-daerah lain yang kini makin maju.
“Nanti uraiannya kan banyak, apa yang harus dilakukan. Dan, mulai sekarang ini dibiasakan komunikasi masyarakat itu dengan para pejabat, terutama dengan para anggota perwakilan,” kata Toegarisman seraya mengatakan dengan berkomunikasi ini, nanti anggota perwakilan memahami kondisi riil yang ada pada masyarakat.
Pria kelahiran Madura inipun berharap, masyarakat Tulungagung berpikiran yang cerdas dan cerah berpikirnya, yakni dalam konteks di segala hal.
“Perjalanan-perjalanan bangsa ini kan bukan singkat, sudah panjang perjalanan dan sudah saatnya, sudah waktunya bisa memilih dan mimilah calon pemimpin,” jelasnya.
Untuk itu, bila terpilih nanti dirinya bakal berupaya semaksimal mungkin dalam menentukan roda pembangunan. Karena, menurutnya, salah satu yang dilaksanakan pemerintah ini adalah pembangunan, dan pembangunannya itu sendiri dari segala aspek. Dengan begitu, iapun berupaya akan mendorong untuk memajukan Tulungagung dengan banyaknya pembangunan yang ada di Kota Marmer ini.
“Misalnya sekarang, saudara -saudara kita kan banyak pertanian, ayo kita dorong bagaimana pertanian di Tulungagung ini bisa maju,”
Masih kata Toegarisman, untuk kemajuan Tulungagung dan saat ada kesulitan maupun hambatan, dan itu harus adanya kebersamaan dalam mengudari masalah.
“Dan itu kan bisa saya suarakan di Jakarta. Misalnya, pupuk dan sebagainya, termasuk tenaga-tenaga guru itu juga butuh perhatian,” kata Toegarisman dengan mimik serius.(Hsu)
