Migran Tulungagung Penyumbang Devisa Terbesar se-Indonesia, Agus Santoso: Persiapkan Capai Indonesia Emas Melalui Pembangunan Ekosistem Yang Baik

CB, TULUNGGUNG – Bonus demografi dan kepercayaan internasional atau internasional trust, adalah peluang besar yang dimiliki Indonesia untuk bisa meraih Indonesia Emas Tahun 2045. Dengan bisa mewujudkan semua itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki strategi untuk memanfaatkan kesempatan untuk meraih Indonesia Emas.

Dan, upaya Presiden Jokowi untuk bisa meraih Indonesia Emas inipun mendapat respon positif dari berbagai pemerintah kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Dan, di Kabupaten Tulungagung ini misalnya, adalah kabupaten yang memiliki migran terbesar di Indonesia dan migran pemasok devisa terbesar di seluruh Indonesia.

Dan, dalam memperingati migran dunia, yakni P3MI, RPK, BLK dan seluruh Pekerja Migran Indonesian (PMI) serta Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Sabtu malam (19/01), menggelar pagelaran wayang kulit di halaman Disnakertrans setempat. Tentu, suksesnya kegiatan ini juga tak lepas dari kekompakan mereka.

“Hari ini merupakan puncak rangkaian memperingati hari migran internasional dan dengan lakon “Wahyu Toh Jali” ini diharapkan bisa memberi semangat untuk mencapai kesuksesan,” kata Kepala Disnakertrans Kabupaten menggelar Agus Santoso dalam sambutannya, Sabtu malam (19/01).

Agus juga menjelaskan, berkat kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, yakni pada Tahun 2022-2023 Disnakertrans Kabupaten Tulungagung telah mendapatkan apresiasi terbaik se-Indonesia untuk kategori dinas kabupaten/kota dalam memberikan pelayanan, penempatan dan perlindungan pekerja Indonesian, yakni dari Kemenakertrans.

Selain penghargaan itu, imbuhnya, juga mendapat penghargaan terbaik ke-dua dengan kategori pekerja migran Indonesia purna penempatan berprestasi dan yang diraih PMI bernama Mukini.

“Tentu, semua ini, adalah bukti kerja nyata Disnakertrans Tulungagung terkait pemberian pelayanan dan pembinaan pada CPMI, PMI dan PMI purta bersama keluarganya,” jelasnya.

Dalam migran dunia ini, tambah Agus, para bekerja ke luar negeri harus dipandang sebagai suatu peluang. Tentu, dengan konsekuensi dari pada itu, pihaknya harus menyiapkan tenaga kerja yang punya skill dan berkompeten agar bisa mengisi peluang itu dengan positif.

“Jadi masyarakat harus sadar akan proses migrasi, bahwa bekerja ke luar negeri selain memberikan harapan perbaikan ekonomi juga memberikan masalah bila proses dilakukan tidak benar. Selain itu, upaya mempersiapkan pencapaian Indonesia Emas melalui pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang baik dengan mulai isi pelatihan, penempatan hingga pengawasan tenaga kerja,” ungkapnya.

Dalam hal ini Pj. Bupati Tulungagung Heru Suseno menyampaikan, untuk para pejuang-pejuang devisa Tulungagung bisa diberikan bekal yang bagus, sehingga di negara lain itu juga akan ada nilai-nilai tawar yang bagus pula. Namun Pj. Bupati ini sangat percaya dengan kinerja yang dilakukan Disnakertrans, apalagi penghargaan nasional yang dicapainya itu.

“Yang terpenting lagi adalah, ketika mereka pulang ada pendapatan yang besar itu bagaimana mengelola pendapatan mereka, itu yang terpenting,” kata Heru Suseno seraya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para pejuang pejuang PMI yang telah memberikan sumbangsih untuk Kabupaten Tulungagung.

Sementara itu, kegiatan pergelaran wayang ini sendiri adalah hasil kerja bareng P3MI, RPK, BLK serta seluruh pekerja migran dan yang dukung oleh Disnakertrans Tulungagung. Dan, perlu diapresiasi, bahwa P3MI ini sendiri memberi kontribusi yang cukup besar bagi Kabupaten Tulungagung. Tak heran, bila migran asal Tulungagung ini adalah penyumbang devisa terbesar.

“Yang jelas, kami inginkan pelayanan pemerintah, khususunya Disnakertrans Tulungagung perihal dalam kepengurusan surat menyurat perlu diperlancar. Selama ini sebenarnya juga sudah lancar, tapi lebih diperlancar lagi,” kata Susi Lestari SH selaku perwakilan paguyuban P3MI.

Dalam paguyuban yang berjumlah kisaran 70 ini, lanjut Susi, mereka juga selalu kompak dan akan tetap bisa memberi sumbangsih bagi pemerintah.

“Kami sangat berterimakasih kepada PMI yang telah menyumbang pemerintah dan memberi rejeki kepada P3MI dan tentu pula imbasnya itu juga ke keluarga PMI,” ungkapnya.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *