CB, TULUNGAGUNG – Melalui program ketahanan pangan dan hewani, Pemerintah Desa (Pemdes) Banyuurip Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, bakal membagikan kambing kepada warganya melalui program Pengadaan Kambing yang bersumber Dana Desa Tahun Anggaran 2024. Dan, program tersebut adalah upaya mempersiapkan Desa Banyuurip menjadi pusat ternak kambing.
Untuk itu, berkisar sepuluh pedagang kambing atau yang akrab dengan sebutan blantik ini (semua warga desa setempat, red), Kamis (01/02) malam, dikumpulkan di balai desa dan diajak
membahas program pengadaan kambing. Program ini sendiri, yakni hasil dari Musyawarah Desa (Musdes) dan bersumber dari Dana Desa Banyuurip Ahun 2024 dalam peruntukan ketahanan pangan.
Dan, rencananya, program tersebut bakal diperuntukan untuk penguatan modal bagi 4 kelompok ternak yg ada di desa dan masyarakat miskin yang belum pernah mendapatkan bantuan dari program pemerintah lainnya, dan program ini sendiri adalah pemerataan bantuan bisa tersebar ke seluruh desa dan semakin banyak warga yang terbantu.
“Kami sengaja mengumpulkan pedagang kambing yang ada di Desa Banyuurip, karena mereka dianggap mengetahui dan mengerti harga pasar.
Selain itu juga sebagai langkah pemberdayaan pelaku ekonomi yang ada di desa, sehingga perputaran ekonomi tetap ada didesa,” kata Kepala Desa Banyuurip, Sugiatno usai melakukan koordinasi dengan para pedagang kambing di balai desa setempat.
Mengingat letak geografis dan sosial masyarakat Banyuurip yang banyak memiliki lahan perkebunan, maka ketersediaan pakan yang melimpah sangat dimungkinkan peternakan kambing menjadi sentra perekonomian warga desa itu.
Kades Banyuurip menyampaikan, mengadakan program pengadaan kambing kepada masyarakat agar Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat bisa terserap didalam desa, dan manfaatnya bisa dirasakan pula oleh warga desa Banyuurip sendiri.
Kades Banyuurip juga menyampaikan, bahwa program serupa menuai sukses di tahun sebelumnya dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal itu lantaran selain bermanfaat, juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa dalam menggerakkan perekonomian desa dan upaya membantu masyarakat yang kurang mampu.
Mengingat, tambah kades, banyaknya peternak kambing di Desa Banyuurip juga menjadi penyemangat tersendiri bagi Pemerintah Desa. Mengingat kebutuhan kambing secara nasional terus naik dari tahun ke tahun dan penyedia kambing yang menurun, maka pemerintah perlu melakukan upaya meningkatkan produksi kambing.
“Dalam rangka kegiatan ini juga akan ditunjang dengan pelatihan tata cara beternak. Disisi lain, pemerintah desa memiliki obsesi dan cita cita menjadikan Desa Banyuurip sebagai desa ternak dan mampu menyuplai kebutuhan kambing di daerah ini,” katanya.
Masih kata Kades Banyuurip, Pemerintah Desa Banyuurip mengalokasikan 20% atau sekitar 180 juta dari Dana Desa untuk Ketahanan pangan. Dari jumlah itu akan disebar di 4 kelompok tani yang ada di desa itu untuk mengelola manfaatnya.
Dan, menurutnya, sektor ketahanan pangan itu bisa diwujudkan dalam bentuk jalan usaha tani, bibit pertanian, pelatihan kelompok tani, sarpras dan lain sebagainya. Tahun 2024 Pemdes Banyuurip mewujudkan item ketahanan pangan dalam program pengadaan kambing.
“Program ini bertujuan agar kelompok semakin berdaya, masyarakat ikut mengelola, dan sebisa mungkin pengadaan kambing juga dibeli dari warga desa Banyuurip,” jelas pria yang akrab dipanggil Janur ini penuh semangat.(Hsu)
