CB, Surabaya – Komisi B DPRD Kota Surabaya gelar rapat koordinasi pedagang UMKM ke eks RPH dalam rangkah pengembangan Kawasan Wisata religi Ampel, Hj. Luthfiyah Ketua Komisi B terus mendorong Pemkot Surabaya melakukan penataan Kawasan Wisata Religi Ampel.
“Meski wisata religi Ampel ini bukan milik pemkot, tapi di luar itu kan pemkot bisa membuat lingkungan di kawasan tersebut lebih bagus dan nyaman. Pedestarian dan PJU ditata bagus, sehingga bisa menarik minat wisata lokal maupun mancanegara untuk hadir di sana,” katanya.(1/3/2024)
Dengan banyaknya pengunjung tentu akan meningkatkan roda perekonomian masyarakat di kawasan Ampel. Para pedagang bisa menjual makanan atau oleh-oleh khas Ampel.
Namun demikian, dia berharap sesama pedagang nantinya harus rukun, tidak rebutan pembeli. Pun kondisi stan harus tetap bersih, sehingga pengunjung merasa betah.
Ditanya soal retribusi untuk pedagang, dia menegaskan, pihaknya belum menetapkan. Akan dilihat dulu, apakah setelah direlokasi jualan mereka tambah laris atau sebaliknya.
“Harapan kita sih tambah laris. Meski demikian, mereka punya tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungannya, lampunya, maupun sampahnya”, ucap Luthfiyah.
Ketua Komisi B juga berharap Pemkot Surabaya bisa menjalin kerja sama dengan Yayasan Masjid Ampel untuk mendirikan museum Ampel. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang sejarah salah satu Wali Songo itu.
“Jadi keberadaan museum nanti bisa membangkitkan imajinasi pengunjung atau wisatawan bukan hanya kita berdoa di Ampel, tapi bagaimana kita mengetahui bahwa kesejarahan Sunan Ampel, bagaimana budaya dan peradaban Ampel dengan adanya museum itu tadi,” ungkap dia.
Luthfiyah juga memastikan tidak ada bangunan cagar budaya di lingkungan eks RPH Pegirian yang dibongkar. Ini untuk menjawab kekhawatiran para budayawan.
“Tadi sudah disampaikan bahwa bangunan yang dibongkar adalah bangunan baru. Bangunan lama yang masuk cagar budaya tetap dipertahankan,”pungkasnya.(lg)
