Raho “Piramida” Club Resmi Dibuka, Budi: Kelak, Rumah Sakit Akan Sepi Jika Masyarakat Kita Semua Sehat

CB, TULUNGAGUNG – Grand Opening bangunan ikonik Tulungagung yang berbentuk Piramida milik Reverse Aging dan Homeostasis (RAHO Club), dihadiri ratusan undangan. Dan, launching yang ditandai pengguntingan pita serta potong tumpeng ini, dihadiri langsung oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Raho Club dan para ahlinya dari Institut Molekul Indonesia (IMI).

Sedangkan Raho Club di Tulungagung ini adalah cabang ke 13 di Indonesia dan bangunan Piramida merupakan merupakan yang pertama berdiri di Indonesia. Dan, Prof Sutiman menyampaikan bahwa misi Raho Club upaya meningkatkan kualitas hidup manusia.

Karena, menurut Prof Sutiman, dari temuan para ahli yang tergabung dalam IMI atau Institut Molekul Indonesia ini sengaja didedikasikan untuk masyarakat yang mengalami masalah dengan kesehatan. Selain itu, bubble nano yang ia ciptakan telah diteliti oleh para dokter IMI dan hingga saat ini belasan ribu member Raho Club telah mendapatkan manfaatnya.

Bahkan, dari berbagai testimoni yang disampaikan member, berbagai macam penyakit berat yang dideritanya semakin membaik setelah mendapatkan layanan infus bubble nano ini.

Kegiatan yang dikemas santai dan dimeriahkan hiburan reyog kendang dan barongsai ini penuh kekeluargaan dan para undangan menyimak penyampaian materi tentang manfaat gelembung nano saat masuk dalam pembuluh manusia.

Hadir dalam kegiatan ini, Penjabat Pj Bupati Tulungagung yang Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumberdaya Manusia, perwakilan dari Polres, Kodim 0807 Tulungagung, DPRD Tulungagung serta belasan kepala desa.

Penasehat Raho Club Budi Setiyahadi mengatakan, ia sangat mengapresiasi kehadiran Staf Bupati Tulungagung sebagai bentuk kepedulian pemerintah, mewujudkan kabupaten sehat dan bermartabat serta pentingnya kesehatan masyarakat.

“Kelak, rumah sakit akan sepi jika masyarakat kita semuanya sehat,” kata Budi yang juga kandidat calon bupati dalam Pilkada Tulungagung 2024.

Misi Raho Club sendiri menurutnya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup. “Belum ada gedung Piramida ini, member Raho Club di Tulungagung mencapai 200 an orang. Dengan adanya pusat layanan ini, kita harapkan akan lebih banyak lagi yang bergabung untuk memperbaiki kualitas hidup,” jelasnya.

Masih kata Budi, Tulungagung adalah kota segi tiga emas dan dengan adanya Raho Club ini, 2045 diharap rumah sakit tidak ada lagi orang yang menderita penyakit. “Dengan adanya Raho Club di Tulungagung, harapan kami di tahun 2045 sudah tidak ada lagi orang saki,” katanya

Sementara itu, pengawas Raho Club Soewandi juga menyampaikan, bahwa Raho Club ini telah berdiri sejak Tahun 2021. Kendati baru seumur jagung, pasien yang datang ke Raho Club ini hampir semua mengalami kesembuhan.

“Sejak berdiri pada Tahun 2021, ada sekitar sebelas ribu orang yang dulunya mengalami sakit bisa sembuh kembali,” kata Soewandi sembari menunjukkan pasien-pasiennya juga dari berbagai kalangan, bahkan pejabat tinggi dari TNI AD dan AL juga banyak yang berobat di Raho Club.(Hsu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *