CB, Singaraja – Kegiatan penilaian lomba Subak Abian di Dusun Banyupoh Desa Banyupoh Kec. Gerokgak Kab. Buleleng, Selasa (24/10/2017).
Salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan Buleleng yang Shanti dan Jagadhita dengan falsafah Tri Hita Karana yang dijiwai oleh Agama Hindu, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya disektor pertanian.
Sehubungan dengan hal tersebut, dimana Subak Abian sebagai lembaga adat/tradisional yang bergerak disektor pertanian yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco, adalah merupakan peluang dan tantangan dalam mempertahankan keberadaan dan keberdayaan lembaga Subak dan Subak Abian di Propinsi Bali khususnya di Kabupaten Buleleng.
Subak Abian sebagai lembaga tradisional yang khusus bergerak di bidang pertanian lahan kering yang dikenal sebagai organisasi agraris, ekonomis, religius yang ada di Bali sejak dahulu yang dipertahankan keberadaannya sampai sekarang. Pembinaan yang telah dilakukan terkait dengan kegiatan penilaian lomba Subak Abian se-Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan di Dusun Banyupoh Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Tim Kabupaten Buleleng Bapak Suryawan, Staf ahli Bapak Tastra, Bapak Camat Gerokgak, Danramil diwakili oleh Babinsa, Kapolsek diwakili oleh Babinkamtibmas, Pecalang dan Linmas. Kelian Desa dan Prajuru, Kelompok Subak Banyupoh.
Dalam sambutan acara tersebut, Tim berharap agar filosofi Tri Hita Karana dapat dipahami dalam mengelola lahan sawah dan tegal agar berwawasan agrobisnis dan menjaga kelestarian lingkungan untuk menjaga ajegnya Subak di wilayah Kabupaten Buleleng. (Ertin Primawati)
