CB, TULUNGAGUNG – Oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang beralamat Surabaya, diketahui sering keliling dari desa ke desa dengan meminta uang ke kades. Tak pelak, akibat ulah oknum LSM tersebut sejumlah kades di Kabupaten Tulungagung merasa resah. Namun, nama LSM tersebut belum dapat disebutkan karena masih dalam proses penyelidikan.
Sedangkan modus yang dijalankan oknum LSM yang berinisial SD ini, ia sering berkeliling ke desa-desa dengan dandan parlente dan mengendarai mobil jenis sedan.
Terkait hal tersebut, Camat Pucanglaban Yudi Irwanto saat dikonfirmasi membenarkan, bahkan dirinya telah melakukan berkoordinasi dengan Polisi untuk melakukan penyelidikan.
“Betul, atas aduan perangkat desa memang kita menelpon pihak berwenang setelah koordinasi dengan Pejabat (Pj) Bupati,” kata Yudi, Rabu (24/7).
Di desa-desa wilayah Kecamatan Pucanglaban, lanjutnya, oknum berinitial SD ini datang meminta sejumlah uang. Ironisnya, selain menggunakan modus LSM, pelaku juga mengaku sebagai mantan kepala dinas di Provinsi Jawa Timur.
“Yang bersangkutan juga mengaku-ngaku sebagai mantan kepala dinas Provinsi dan mengaku ke tempat lain kenal beberapa nama pejabat disini,” jelasnya.
Dari hasil informasi yang dapat media ini, korban ulah oknum LSM inj adalah desa-desa yang ada diwilayah- Kecamatan Kalidawir. Di desa-desa yang dikelilingi oleh oknum SD ini, rata-rata per desa dikenai sumbangan antara 300 hingga 900 ribu rupiah.
“Ini menyangkut wilayah saya, apapun yang terjadi ini tidak boleh diteruskan. Harus diantisipasi,” tegasnya.
Dari informasi ke polisi ini, ia mengaku telah mendapat kejelasan dari Polsek Pucanglaban telah bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Sementara itu, Humas Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Tulungagung, M. Suhardi saat dikonfirmasi menegaskan mendukung langkah hukum yang dilakukan pelapor.
“Itu sangat meresahkan, berkeliling dengan modus minta sumbangan dengan mengaku sebagai mantan kepala dinas,” terangnya.
Iapun berharap, proses selanjutnya dapat dilakukan agar tidak ada lagi oknum yang mempunyai modus serupa. “Kita mendukung untuk diambil tindakan agar tidak ada korban lagi dan supaya para kepala desa dapat mengantisipasi jika ada oknum atau orang yang melakukan hal yang sama,” katanya.(Hsu)
