CB Blitar – Pemerintah Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, melaksanakan kegiatan pembagian benih padi pada hari Minggu, 8 September 2024. Acara ini berlangsung di Pendopo Balai Desa Pasirharjo dan merupakan bagian dari program bantuan yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2024.
Sebanyak 200 sak benih padi dibagikan kepada para petani yang tergabung dalam lima kelompok tani di Desa Pasirharjo. Pembagian ini disesuaikan dengan luas garapan yang dimiliki oleh masing-masing kelompok tani. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Pasirharjo beserta perangkat desa, pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta lima pengurus kelompok tani yang ada di desa tersebut.
Menurut Kepala Desa (Kades) Pasirharjo, Chusana Churori mengatakan dengan adanya bantuan benih padi ini, diharapkan para petani di Desa Pasirharjo dapat meningkatkan produktivitas hasil panen mereka. Peningkatan produktivitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan beras di wilayah desa dan mendukung ketahanan pangan lokal.
“Selain itu, bantuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Pasirharjo. Dengan hasil panen yang lebih baik, para petani diharapkan dapat mencapai kondisi ekonomi yang lebih stabil dan sejahtera, ” ucapnya.
Kades Pasirharjo juga mengatakan, semoga bantuan benih padi ini memberikan manfaat yang besar bagi para petani dan masyarakat Desa Pasirharjo secara keseluruhan, sehingga tujuan dari program ini dapat tercapai dengan baik.
“Program pembagian benih padi ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah desa dalam mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa. Dengan penggunaan dana yang tepat dan transparan, Desa Pasirharjo berharap dapat terus meningkatkan kesejahteraan warganya melalui berbagai program pembangunan, khususnya di bidang pertanian,” tuturnya.
Kades Chusana menjelaskan bahwa kegiatan pembagian benih padi ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah desa dan para petani. Dengan adanya interaksi langsung melalui program-program bantuan seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antara pemerintah desa dan masyarakat, terutama para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan desa.(Pram)
