Dinkop UKM Kabupaten Pasuruan, Koperasi  Berikan Peningkatan Prestasi dan Kualitas

Dinkop Kabupaten Pasuruan sambut HUT Ke-1095  koperasi di Kabupaten Pasuruan untuk selalu tingkatkan prestasi dan kualitas

CB, Pasuruan – Salah satu koperasi yang merupakan bagian sangat vital dari system perekonomian kerakyatan yang bisa di lihat dari sisi unit usaha dan serapan tenaga kerja sehingga dapat membantu para usaha UKM. Pemerintah Kabupaten Pasuruan  melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) berupaya mendorong pengembangan koperasi di Kabupaten Pasuruan. Sebab, kehadiran koperasi memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Pasuruan itu sendiri.

 

“Kami terus berupaya untuk mendukung perkembangan serta kemajuan koperasi dan UKM, melalui program-program fasilitasi, pemberdayaan, pengembangan, pengawasan dan pelatihan, hal itu di sampaikan oleh  Tri Krisni Astuti, kepala Dinkop UKM Kabupaten Pasuruan. Program yang di lakukan Khususnya bagi koperasi dan pelaku UKM di Kabupaten Pasuruan. Salah satu indikatornya, beberapa koperasi berhasil meraih prestasi membanggakan. Baik prestasi di tingkat kabupaten, provinsi hingga tingkat nasional. Tri Krisni menambahkan, terus memacu keberadaan koperasi di Kabupaten Pasuruan, dalam meningkatkan kapasitasnya.

 

Diantaranya, melalui pemberian penghargaan terhadap koperasi berprestasi lokal dengan beberapa kategori.Beberapa penghargaan yang di terimanya melalui Bupati Pj. Andriyanto saat dalam HUT Koperasi 2024 kemarin  Di antaranya Koperasi Produsen Unit Desa Dadi Jaya, Kecamatan Purwodadi sebagai Koperasi Produsen Terbaik dan Koperasi Konsumen Syariah Pondok Pesantren Al Yasini, Kecamatan Wonorejo, sebagai Koperasi Pondok Pesantren Terbaik. Sedangkan KSP “Wanita Jati Asri” dinobatkan sebagai Koperasi Wanita Terbaik. Apresiasi dari Pemkab Pasuruan ini, diharapkan para penggiat koperasi maupun pelaku UKM terus semangat dan termotivasi mengembangkan usahanya. Beberapa program yang dijalankan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Pasuruan, menghasilkan output yang cukup signifikan.

 

“Kami juga aktif mengikutsertakan UMKM dalam berbagai lomba. Peran kami di sini, mengkurasi produk UMKM sesuai klasifikasi yang ditentukan dalam lomba,’’ kata Tri Krisni Astuti. Salah satu prestasi ini diraih, dalam ajang Pameran Pekan Batik Daerah Budaya Bangsa Tingkat Regional bertajuk BATIKKU, BATIKMU, BATIK KITA SEMUA di Kabupaten Bojonegoro. Delegasi kabupaten Pasuruan, menampilkan Batik Alam dengan pewarnaan Indigo yang bertajuk “TAN ANA LAYU’’. Pameran yang di ikuti 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur ini, delegasi Kabupaten Pasuruan, berhasil meraih gelar juara 1 kategori stand terbaik. Berikutnya, Kabupaten Pasuruan juga berpartisipasi dalam event 11 tahun KUKM Expo 2024 yang digelar di Surabaya.

 

Di event yang digelar 31 Juli-4 Agustus 2024 yang lalu ini, delegasi Kabupaten Pasuruan meraih penghargaan nominasi 5 besar kategori “FAVORITE BOOTH DESIGN”.

Dalam kesempatan ini, Kabupaten Pasuruan menampilkan UKM Bordir dan Lukis 3D. Dinkop UKM terus berkomitmen mendorong penguatan kapasitas dan pemberdayaan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga saat ini, ada 2 sistem digitalisasi yang dimiiliki oleh Dinkop UKM dalam upaya merealisasikan hal tersebut. Masing-masing aplikasi Pinkoperumik (Pusat Inovasi Koperasi dan Usaha Mikro) dan Aplikasi APIK (Aplikasi Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas UMKM).

 

Sedangkan APIK adalah inovasi guna mengatasi persoalan pendataan UMKM di Kabupaten Pasuruan. Akses serba digital di aplikasi ini, membuat operasionalnya cukup mudah. Menurut Tri Krisni Astuti, kepala Dinkop UKM Kabupaten Pasuruan, dari aplikasi APIK, pihaknya bisa mendapatkan info data UMKM mana yang sudah mendapatkan pendampingan dari OPD terkait dan mana yang belum. “Jika sudah terdaftar, maka semua keinginan UMKM bisa terwadahi semua,’’ jelas Tri Krisni. Terkait upaya digitalisasi Koperasi dan UKM ini, Dinkop UKM juga melakukan sosialisasi langsung. Di antaranya, melalui Forum Konsultasi Publik yang melibatkan pegiat dan pelaku UMKM. Shod

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *