Inilah grafik anggaran dari tahun ke tahun untuk penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan
CB, Pasuruan – Wilayah yang masuk kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan, tak luput dari perhatian Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman/Perkim Kabupaten Pasuruan. Sejumlah program terus digalakkan untuk mengurangi kawasan kumuh di Kabupaten Pasuruan. hal tersebut di lakukan agar warganya bisa hidup sehat dan bebas dari ketidak nyamanan. Itulah yang di sampaikan oleh Kepala Dinas Perkim Eko Bagus Wicaksono kepada Media Cahaya Baru 19 November 2024.
Berdasarkan apa yang di sampaikan oleh Eko yang Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 663/844/HK/424.013/2021 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kabupaten Pasuruan, kawasan kumuh tersebar di 8 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Rembang, Lekok, Nguling, Kraton, Pohjentrek, Bangil, Purwosari, dan Beji. Kawasan kumuh ini tercatat berada di 80 kelurahan maupun desa. Sampai dengan tahun 2023 tahun kemarin tersisa kurang lebihnya ada 510,8 hektare. ”Penanganan kawasan kumuh juga menjadi atensi pemerintah daerah. Dalam hal anggaran tidak hanya didukung oleh APBD. Tapi, juga mengusulkan anggaran provinsi dan pusat” ujar Eko. . Selama tiga tahun terakhir (2021-2023). Alokasi dananya dari APBD yang sudah digelontorkan mencapai Rp18 miliar. ). “Tahun ini 2024 untuk penanganan kawasan kumuh dianggarkan dari APBD sekitar sekitar Rp 2 miliar jadi menurun drastis.
Sementara itu kata Eko. untuk Bentuk kegiatan fisiknya berupa pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), drainase, dan pembangunan jalan lingkungan. Menyesuaikan kebutuhan dan kondisi di lapangan.itu di lakukan agar supaya jalan lingkungan lebih nyaman dan lancar untuk warga sekitar. “Realisasi kegiatannya running mulai September 2024 kemarin sampai jelang akhrir desember 2024 harus segera tuntas. (Shod)
