CB Blitar – Telah ditemukan sesosok mayat di Bendungan Jegu atau Bendungan Wlingi Raya, Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Penemuan mayat ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan dilaporkan ke pihak berwajib satu jam kemudian. Lokasi penemuan berada di tumpukan sampah berupa ranting kayu di atas air, sekitar 50 meter dari pintu air bendungan ke arah tim, Sabtu, (30/11/2024).
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang petugas pembersihan bendungan, Karman (52), yang langsung melaporkan temuannya kepada petugas pintu air, Agus Alfandi (44). Petugas segera berkoordinasi dengan Polsek Lodoyo Timur, BPBD Kabupaten Blitar, dan tim medis untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Korban diidentifikasi sebagai Wawan Efendi (40), warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Identitas korban dikenali oleh keluarga dan saksi yang datang ke lokasi setelah jenazah dievakuasi ke daratan. Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis, 28 November 2024, diduga terseret arus Sungai Brantas di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare.
Barang bukti yang ditemukan bersama jenazah termasuk pakaian korban berupa kaos lengan panjang biru gelap, celana biru gelap selutut, dan sepasang sepatu boot hitam. Pemeriksaan medis menunjukkan tanda-tanda kematian akibat tenggelam. Jenazah ditemukan dalam kondisi pembusukan tahap awal dengan beberapa ciri seperti pembengkakan tubuh, kulit mengelupas, dan lebam merah keunguan.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan medis mengindikasikan kematian korban sudah berlangsung selama dua hingga tiga hari. Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis Puskesmas Sutojayan dan petugas Inavis Polres Blitar, dengan dokumentasi dan penanganan sesuai prosedur.
Keluarga korban, setelah memastikan identitas jenazah, menyatakan menerima musibah tersebut dan tidak menghendaki proses otopsi lebih lanjut. Mereka membuat pernyataan tertulis yang disaksikan oleh Kepala Desa Kalirejo. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Tim yang menangani kasus ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Polsek Lodoyo Timur, petugas BPBD, PMI Kabupaten Blitar, serta petugas kesehatan. Penanganan kasus mencakup evakuasi jenazah, pengumpulan bukti, pemeriksaan medis, dan pencatatan keterangan dari saksi-saksi.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya di area bendungan dan sungai, terutama selama musim hujan. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap keselamatan di lingkungan sekitar. (Pram/Hms reskab)
