CB, Tulungagung – Kebijakan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tulungagung yang membebankan biaya pembangunan lapangan kepada wali murid menuai protes keras. Pasalnya, setiap wali murid diminta menyumbang sebesar Rp 800 ribu untuk pembangunan tersebut.
Seorang wali murid berinisial SW, yang berasal dari Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, mengungkapkan keluhan yang dirasakan oleh dirinya dan banyak wali murid lainnya. “Pihak SMAN 1 Tulungagung sudah mengumpulkan wali murid untuk membicarakan kebijakan sumbangan pembangunan lapangan. Namun, ada orang tua siswa yang tidak setuju dengan penarikan sumbangan ini,” kata SW saat ditemui media pada Sabtu, 21 Desember 2024.
SW menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, ada wali murid yang setuju dan ada yang tidak setuju. “Ada yang setuju, ada yang tidak. Bagi yang mampu, tidak masalah, tapi bagi yang kurang mampu ini justru menambah beban. Kenapa tidak meminta bantuan ke pemerintah untuk pembangunan lapangan?” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keputusan yang dianggap tidak wajar terkait jumlah sumbangan. “Awalnya diminta Rp 1,4 juta per siswa, tapi karena banyak yang tidak setuju, jumlahnya kemudian diturunkan menjadi Rp 800 ribu per siswa,” tambah SW, yang diungkapkan juga oleh wali murid lainnya.
Selain itu, SW menyebutkan bahwa semua siswa diharuskan membayar sumbangan tersebut dengan cara dicicil selama lima bulan. “Padahal banyak wali murid yang tidak setuju dengan adanya penarikan ini, tapi kenapa pihak sekolah masih saja ngotot?” keluhnya.
Di sisi lain, Kepala SMAN 1 Tulungagung, Tosari, S.Pd., M.Pd., membantah bahwa penarikan sumbangan tersebut diwajibkan kepada semua siswa. “Sumbangan ini bersifat sukarela, artinya bagi yang tidak mampu, bisa memberikan keterangan dan tidak perlu memberikan sumbangan,” jelas Tosari.
Tosari juga menyebutkan bahwa sekolah tidak terlibat langsung dalam pengelolaan sumbangan tersebut, melainkan dikelola oleh komite sekolah. “Sekolah tidak terlibat dalam masalah sumbangan. Semua dana sumbangan dikelola oleh komite sekolah,” jelasnya. (Tim)
