CB, Tolitoli – Pemerintah Kabupaten Tolitoli kembali menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Rapat Evaluasi PAD Tahun Anggaran 2024. Acara yang dipimpin oleh Sekretaris Kabupaten (Sekab) Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., mewakili Bupati Tolitoli, Hi. Amran Hi. Yahya, ini berlangsung di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan dihadiri oleh pejabat tinggi perangkat daerah, camat, kepala desa, serta Kepala Bank Sulteng.

Rapat ini menjadi momen reflektif sekaligus strategis untuk mengevaluasi capaian PAD sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Tolitoli.
Dalam sambutannya, Sekab Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, menegaskan bahwa PAD adalah indikator utama yang mencerminkan kemandirian suatu daerah dalam mengelola sumber daya lokal. Ia menjelaskan, “Melalui evaluasi ini, kita dapat memahami sejauh mana kinerja yang telah dicapai, apa saja kendala yang dihadapi, dan langkah-langkah inovatif yang harus dilakukan untuk meningkatkan potensi pendapatan di masa mendatang.”
Sekab juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Kabupaten Tolitoli, seperti keterbatasan sumber daya, perubahan regulasi nasional, hingga dampak dinamika ekonomi global. “Namun, dengan inovasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor, kita yakin mampu mencapai target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Ia mengidentifikasi sejumlah sektor yang memiliki potensi besar namun belum dikelola secara maksimal, di antaranya sektor pariwisata, pertanian, kelautan, dan industri kreatif. “Pemanfaatan sektor-sektor ini tidak hanya mendongkrak PAD tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tegasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Hj Sriyanti Dg, Pareba,. yang diwakili oleh Nyoman Muliyada, SE., menyoroti pentingnya peran kepala desa dalam mengelola dan memaksimalkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Desa-desa harus mampu berinovasi dalam pengelolaan PBB, mengingat pajak ini menjadi salah satu tulang punggung PAD. DPRD akan terus mendorong upaya ini melalui pengawasan dan kebijakan yang mendukung,” ujarnya.
Namun, Nyoman juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya capaian pendapatan dari beberapa sektor, seperti pariwisata yang hanya mencapai 18% dari target dan Dinas Pemuda dan Olahraga yang hanya memberikan kontribusi sebesar 1%. “Kondisi ini membutuhkan perhatian khusus dan intervensi strategis dari instansi terkait,” tandasnya.
Sebagai apresiasi atas kontribusi terhadap peningkatan PAD, Pemkab Tolitoli melalui Bapenda memberikan penghargaan kepada empat desa yang berhasil menunjukkan kinerja unggul dalam pengelolaan PBB. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi desa lain untuk berkontribusi lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah.
Kepala Bapenda, Hasdono, menyatakan, “Rapat evaluasi ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan momentum untuk menyatukan visi dan misi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi daerah. Dengan penghargaan ini, kami berharap desa-desa lain terpacu untuk meningkatkan kinerja Mereka.
Rapat ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Tolitoli sebagai daerah yang mandiri secara ekonomi. Optimalisasi potensi lokal, inovasi kebijakan, dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama untuk mencapai target PAD yang lebih baik di masa mendatang.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah dirumuskan, Pemkab Tolitoli optimistis dapat menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional. (ksr)
