CB Blitar – Seorang teknisi wifi berinisial TS (31) ditemukan tewas akibat tersengat aliran listrik di showroom Mandiri Motor, Dusun Gaprang 1, RT.02 RW.04, Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, pada Jumat (3/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kejadian tragis tersebut berlangsung saat korban bersama dua rekannya, Fega Nurul Huda (21) dan Mohammad Rohman (20), tengah menyelesaikan pemasangan kabel jaringan wifi di area showroom. Ketiganya merupakan teknisi yang berasal dari Bekasi, Jawa Barat.
Berdasarkan keterangan saksi, usai menyelesaikan pemasangan, TS menggunakan tangga untuk memeriksa hasil kerjanya. Naas, tangga yang digunakan menyentuh kabel Jaringan Tegangan Menengah (JTM) milik PLN. Korban yang tidak mengenakan alas kaki tersengat aliran listrik dan langsung meninggal di tempat.
Petugas Polsek Kanigoro yang tiba di lokasi segera melakukan identifikasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Tim yang dikerahkan meliputi Kapolsek Kanigoro, Kanit Reskrim, petugas jaga, piket reskrim, dan tim identifikasi Polres Blitar.
“Kejadian ini murni kecelakaan kerja. Korban tidak menggunakan alas kaki, dan tangga menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi,” ujar IPDA Putut Siswahyudi, Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar.
Kedua saksi, Fega dan Mohammad, menjelaskan bahwa mereka sempat berusaha membantu korban, namun kuatnya tegangan listrik membuat korban tidak bisa diselamatkan. Mereka kemudian melaporkan insiden tersebut kepada pihak showroom dan aparat setempat.
Korban mengalami luka bakar serius di kedua kakinya akibat tersengat listrik. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, untuk dilakukan proses otopsi guna memastikan penyebab kematian.
Pihak PLN juga telah dihubungi untuk melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap jaringan listrik di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan mencegah insiden serupa terjadi di kemudian hari.
Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang tinggal di Perumnas No.03, Gang Sahabat, Bekasi Timur, Jawa Barat. Rekan kerja korban juga masih dalam kondisi terpukul akibat kejadian tersebut.
Tidak ada kerugian material yang dilaporkan dalam kejadian ini. Namun, pihak berwenang mengimbau para pekerja untuk lebih berhati-hati, terutama ketika bekerja di sekitar instalasi listrik.
“Kami mengingatkan agar pekerja selalu menggunakan peralatan keselamatan lengkap, termasuk alas kaki isolasi, untuk mencegah insiden serupa,” tambah IPDA Putut Siswahyudi.
Masyarakat juga diharapkan untuk melaporkan apabila terdapat potensi bahaya terkait instalasi listrik di sekitar mereka kepada pihak PLN atau aparat setempat.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penerapan protokol keselamatan kerja, terutama di sektor yang bersentuhan langsung dengan sumber energi berbahaya seperti listrik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban telah diberitahu mengenai insiden tersebut, dan proses administrasi pemulangan jenazah ke Bekasi sedang dilakukan.(Pram/Hms reskab)
