CB Blitar – Wali Kota Blitar, Santoso meresmikan Gedung Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kota Blitar dalam acara Gebyar Literasi, Kamis (30/1/2025). Acara ini berlangsung di Jalan Sumatera 54, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, dengan dihadiri berbagai pejabat penting dan pegiat literasi.
Dalam acara tersebut, hadir Kepala Perpustakaan Republik Indonesia, Kepala Perpustakaan Jawa Timur, Kepala Perpustakaan Kota Blitar, Wali Kota Blitar Santoso, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Blitar. Selain itu, turut hadir Kepala OPD Kota Blitar, camat dan lurah se-Kota Blitar, rektor perguruan tinggi, serta masyarakat sekitar.
Wali Kota Blitar, Santoso, menyampaikan bahwa peresmian ini menandai pemanfaatan bantuan pembangunan gedung perpustakaan dan kearsipan yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia menekankan pentingnya fasilitas ini sebagai sarana meningkatkan literasi masyarakat.
“Pembangunan ini tidak begitu lama, tetapi hasilnya cukup menggembirakan dengan berbagai fasilitas yang lengkap,” ujar Santoso usai acara.
Menurut Santoso, keberadaan perpustakaan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menegaskan bahwa membaca merupakan kunci utama dalam meningkatkan wawasan dan daya pikir kritis.
Lebih lanjut, Santoso menambahkan bahwa perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat membaca buku-buku literasi, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan kegiatan edukatif lainnya. Ia berharap masyarakat bisa menggunakan fasilitas tersebut secara maksimal.
“Gedung dengan fasilitas yang cukup lengkap ini bila tidak difungsikan dengan maksimal akan mubazir. Maka dari itu, kita harus mendorong dan memotivasi anak-anak supaya tertarik dengan membaca,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan RI, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya peran pengelola perpustakaan daerah dalam menciptakan program yang kreatif dan menarik. Ia berharap perpustakaan dapat menjadi ruang yang menyenangkan bagi masyarakat.
“Pengelola perpustakaan di daerah, khususnya Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar, harus mampu merancang program-program kreatif sehingga masyarakat tertarik untuk datang,” jelas Prof. Aminudin.
Menurutnya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan rekreasi ilmiah. Dengan demikian, masyarakat akan lebih termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup.
“Jika perpustakaan memiliki kegiatan yang menarik dan menyenangkan, maka masyarakat akan datang bukan hanya untuk membaca, tetapi juga untuk menikmati aktivitas edukatif lainnya,” tambahnya.
Acara peresmian ini diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan budaya literasi di Kota Blitar. Dengan adanya fasilitas baru ini, Pemkot Blitar optimistis dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan literasi di masyarakat.(Pram)
