Targetkan Rp.113 Miliar, Bapenda Blitar Genjot Realisasi Pajak Lewat Sosialisasi Langsung ke Warga

CB Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) semakin intensif menggelar sosialisasi penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Salah satu upaya terbaru dilaksanakan di Balai Desa Pojok, Kecamatan Ponggok, dengan melibatkan tokoh masyarakat dan jajaran pemerintahan desa.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi Bapenda untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan, yang kini menjadi unsur penting dalam struktur Pajak Daerah. Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Pelayanan dan Pendataan Pajak Daerah, Fenty Nurul Azizah, dan Kasubbid Pelayanan dan Konsultasi Pajak Daerah, Imam Solichin.

“Kami ingin meluruskan persepsi masyarakat. Opsen PKB tidak menambah beban pajak, nilainya tetap seperti sebelumnya. Yang berubah adalah mekanisme kolaborasi, di mana RT dan RW kini dilibatkan aktif dalam mendampingi masyarakat,” tegas Fenty Nurul Azizah saat memberikan pemaparan.

Fenty menjelaskan bahwa PKB kini menjadi salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, kedisiplinan masyarakat membayar pajak kendaraan sangat berpengaruh terhadap capaian target daerah.

“Tahun ini kami menargetkan Rp113 miliar dari sektor pajak kendaraan. Sampai April 2025, kami sudah menghimpun Rp34 miliar. Angka ini menunjukkan potensi besar yang masih bisa terus digali,” ungkapnya.

Sinergi antara Bapenda dan struktur pemerintahan desa menjadi tumpuan penting dalam strategi ini. Imam Solichin menyoroti pentingnya peran RT dan RW sebagai penghubung informasi langsung kepada warga.

“Perangkat desa adalah kunci. Tanpa mereka, informasi tidak akan sampai utuh ke masyarakat. Karena itu kami berharap RT dan RW bisa menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pentingnya pembayaran pajak kendaraan,” kata Imam.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan digelar di desa-desa lain secara berkala, sebagai bagian dari pendekatan edukatif dan partisipatif.

“Ini bukan sekadar kewajiban, tapi kontribusi warga untuk pembangunan. Lewat pajak yang dibayarkan, masyarakat sesungguhnya turut membangun Kabupaten Blitar,” pungkasnya.

Bapenda menargetkan agenda sosialisasi ini dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar sebelum akhir tahun. Harapannya, pemahaman masyarakat tentang pajak kendaraan semakin baik, sekaligus mendorong peningkatan realisasi PAD secara berkelanjutan.(Pram)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *