CB, Tulungagung – Perbincangan hangat di media sosial dan warung kopi terkait acara perpisahan siswa SD yang diwarnai aksi joget dan saweran kepada penyanyi dewasa, masih menjadi sorotan publik.
Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu (18/6/2025), beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa SD sedang berjoget dan memberikan saweran kepada biduan saat acara perpisahan kelas 6. Dalam video tersebut, tampak para siswa membawa uang pecahan—diperkirakan pecahan seratus ribuan—dan menyawer penyanyi dewasa yang tampil di acara hiburan electone.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung melalui Kepala Bidang SD, Wahyu Tejo, menyampaikan keterangan resmi pada Kamis (19/6/2025) via sambungan telepon.
“Ya, kami sudah memantau kejadian viral siswa SD yang menyawer biduan dewasa dalam acara perpisahan sekolah. Kami sangat menyayangkan hal ini. Langkah kami selanjutnya adalah melengkapi informasi dari Kaperwil setempat terkait kronologi kejadian tersebut. Sejauh ini, menurut Kaperwil, tidak ada laporan atau koordinasi resmi dari pihak sekolah mengenai kegiatan tersebut sebelumnya. Padahal kami sudah sejak jauh hari mensosialisasikan aturan pelaksanaan kegiatan sekolah kepada seluruh lembaga pendidikan,” ujar Wahyu kepada wartawan.
Pada hari yang sama, klarifikasi disampaikan oleh Kepala SDN 1 Kenayan, Atin Kholisina, S.Pd., yang juga merangkap sebagai Pj Kepala SDN 2 Kenayan. Ia membenarkan bahwa acara perpisahan tersebut digelar di sekolah pada tanggal 14 Juni 2025.
“Acara resmi berlangsung di halaman sekolah dengan susunan acara formal seperti paduan suara, sambutan kepala sekolah, sambutan perwakilan orang tua, dan pelepasan balon sebagai simbol kelulusan siswa kelas 6. Setelah itu, tidak ada lagi acara resmi dari pihak sekolah,” jelas Atin.
Terkait munculnya hiburan electone dan aksi saweran, Atin menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari paguyuban wali murid.
“Benar, pihak paguyuban memang menyampaikan rencana mengadakan hiburan electone, namun kami tidak mengikuti secara detail pelaksanaannya. Apalagi kegiatan itu juga dibagi dengan SDN 2 Kenayan. Kami mohon maaf atas kejadian ini. Hari ini juga, wali murid yang merekam dan menyebarkan video tersebut telah datang ke sekolah untuk menyampaikan permintaan maaf dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Mereka mengaku hanya ingin mengabadikan momen sebagai bentuk kebanggaan karena anaknya lulus dan akan melanjutkan ke SMP,” tambahnya.
Dinas Pendidikan menyatakan akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(tim)
