PGRI Kalidawir Gelar Diklat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Gandeng TNI sebagai Narasumber

CB, Tulungagung – Sebanyak 80 guru perwakilan dari PGRI se-Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, mengikuti kegiatan Diklat Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang digelar di Gedung SD Negeri IV Karangtalun, Senin (21/07). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen organisasi profesi guru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya dalam membentuk karakter kebangsaan di lingkungan sekolah.

Ketua PGRI Kabupaten Tulungagung, Muhadi S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara PGRI dengan Kodim 0807/Tulungagung dan Koramil 0807/08 Kalidawir. Ia menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan dan bela negara untuk kemajuan bangsa.

“Dengan memahami dan mengamalkan wawasan kebangsaan serta bela negara, harapannya ke depan Indonesia menjadi bangsa yang kuat, maju, dan sejahtera seperti yang diharapkan pemerintah pusat saat ini,” ujar Muhadi.

Sementara itu, Danramil 0807/08 Kalidawir, Kapten Czi Suprihanto, selaku narasumber menjelaskan bahwa kegiatan ini mencakup bimbingan teknis terkait wawasan kebangsaan dan bela negara, serta pelatihan Tata Upacara Siswa (TUS).

“Kegiatan hari ini meliputi penyampaian materi dan bimbingan teknis tentang bela negara dan wawasan kebangsaan kepada para guru. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan praktik Tata Upacara Siswa agar pelaksanaannya seragam di seluruh sekolah se-Kecamatan Kalidawir dan nantinya di seluruh Kabupaten Tulungagung,” jelas Suprihanto.

Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini sekaligus menjadi persiapan menghadapi lomba baris-berbaris yang akan diselenggarakan pada Agustus mendatang.

Ketua PGRI Kecamatan Kalidawir, Agus Santoso, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari diklat serupa di tingkat kabupaten.

“Hari ini merupakan kegiatan teori yang mencakup wawasan kebangsaan, Tata Upacara Militer (TUM), dan Tata Upacara Siswa (TUS). Besok akan dilanjutkan dengan kegiatan praktik baris-berbaris dan TUS agar semua sekolah di Tulungagung menerapkan standar upacara yang sama,” terang Agus.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *