CB, Tulungagung – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung menggelar acara bertajuk “Semarak Kemerdekaan” pada Jumat (29/8/2025). Kegiatan ini diisi dengan senam kreasi dan lomba karaoke sambung lagu yang berlangsung meriah di aula lantai dua Kantor Dinas Pendidikan.
Acara yang penuh semangat kebersamaan ini diikuti oleh seluruh elemen di lingkungan Dinas Pendidikan, mulai dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), GTK PKBB, Bidang PAUD, kepala sekolah, staf administrasi, hingga pegawai struktural.
Senam kreasi menjadi pembuka acara, menampilkan kekompakan peserta dalam mengikuti irama lagu-lagu nasional dan daerah. Suasana semakin meriah saat lomba karaoke sambung lagu digelar, yang tak hanya menghibur tetapi juga menguji kekompakan serta wawasan musikal para peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahardi Puspita Bintara, dalam sambutannya menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kolektif di lingkungan pendidikan.
“Dengan hati yang gembira dan jiwa yang merdeka, saya percaya proses pendidikan akan berjalan lebih optimal,” ujar Rahardi.
Mantan Camat Ngunut itu juga berharap agar semangat kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu menumbuhkan budaya kerja yang lebih positif, produktif, dan kolaboratif.
Kegiatan ini pun mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya datang dari Heni Hendarto, Ketua MKKS sekaligus Kepala SMPN 3 Tulungagung.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi refleksi atas nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan yang harus terus ditanamkan dalam dunia pendidikan,” ujar Heni.
Heni menambahkan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan harus ditanamkan tidak hanya pada murid, tetapi juga pada seluruh tenaga pendidik. Ia menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam merespons tantangan karakter remaja masa kini yang dinilainya mulai mengalami penurunan nilai moral dan budaya.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama—orang tua, guru, dan seluruh insan pendidikan. Semarak ini adalah ajakan untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan. Berjuang untuk diri sendiri, keluarga, dan bangsa,” pungkasnya.(tim)
