CB, Mojokerto – DPRD Kabupaten Mojokerto gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Mojokerto atas Raperda tentang T.A. 2026, bertempat di Ruang Rapat Graha Whicesa Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Selasa (7/10/2025).
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Hj Ayni Zuroh dengan didampingi Wakil Ketua H. Khoirul Amin, S.Sos, dan H. Hartono. Dihadiri Bupati Mojokerto, Dr.H. Muhammad Albarra dan Wakil Bupati Mojokerto dr., Muhammad Rizal Oktavian, Sekdakab Teguh Gunarko, Kepala OPD Kabupaten Mojokerto, Forkompimda serta para undangan.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra menyampaikan, penyusunan rancangan APBD tahun anggaran 2026 merupakan bagian dari siklus perencanaan dan penganggaran dearah yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan menindak lanjuti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 yang telah disepakati bersama dengan tetap berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta mengacu pada proritas pembangunan nasional maupun provinsi tahun 2026
“Penyusunan rancangan APBD tahun 2026 mengacu pada tema RKPD Kabupaten Mojokerto tahun 2026 yaitu Percepatan Transformasi Sosial Ekonomi dan Tata Kelola Pemerintahan Menuju Pusat Pemerintahan Baru yang Berkelanjutan.” lanjutnya.
Bupati Mojokerto mengatakan proyeksi anggaran yang mengacu pada dokumen RKPD dan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) yang telah disepakati bersama.
Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 2.674.105.640.142,00. Mengalami penurunan sebesar Rp 61.911.625.138,00 dibandingkan dengan APBD TA 2025 yang tercatat sebesar Rp 2.736.017.265.280,00.
Penurunan tersebut merupakan konsekuensi dari mekanisme penganggaran yang bersifat dinamis dan berbasis pada kondisi fiskal nasional serta kebijakan desentralisasi fiskal.
Bupati Albarra menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan untuk dilakukan pembahasan dan pengkajian lebih lanjut sehingga
data perencanaan Rancangan APBD lebih realistis sesuai dengan potensi dan kebutuhan dinamika masyarakat
“Saya berharap pembahasan yang akan kita lakukan dapat berjalan secara konstruktif, penuh keterbukaan serta dilandasi semangat kebersamaan,” tutupnya. (Adv)
