CB, Mojokerto – Kirab Gunungan menjadikan Ruwah Dusun Kangkungan, Desa Lengkong tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun lalu.
Gunungan berisi aneka hasil bumi, sayuran, buah-buahan, dan makanan yang disusun seperti gunungan, berbentuk kerucut atau segitiga. Gunungan diarak keliling menuju Balai Dusun.
Tatang Marhaendrata, S.H., M.H., Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Mojokerto dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan warga Dusun Kangkungan, Desa Lengkong, tiap tahun menyelenggarakan kegiatan Ruwah Dusun.
Diharapkan, melalui kegiatannya seperti ini bisa mendorong peran aktif dan semangat masyarakat dalam terciptanya Visi Misi Kabupaten Mojokerto yakni terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang Maju, Adil dan Makmur.
Tatang juga menyampaikan terkait rencana pemindahan ibu kota Kabupaten Mojokerto. “Semoga proses dapat tercapai dengan lancar dan aman,” ungkapnya. Kedepannya, dengan pemindahan ibu kota daerah, tercipta kebermanfaatan bagi masyarakat, salah satunya, UMKM Kabupaten Mojokerto semakin lebih maju.
Lebih lanjut dikatakan, tradisi orang Jawa sebelum Ramadhan adalah bersih-bersih. Bersih Desa atau Ruwah Desa, sebagai bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT atas karunia yang diberikan, semua nikmat, apakah itu rejeki dan sebagainya. Kedua, mendoakan para leluhur. Ketiga, Ruwah Desa merupakan pertemuan silahturami. “Dari sini kita berharap persatuan dan kesatuan, yang penting kompak,” tegasnya.
Selain itu, Tatang mengajak masyarakat untuk bersama-sama menata sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik lagi. “Mohon maaf mana kala, selama ini, dalam memberikan pelayanan masyarakat kurang berkenan. Monggo kita toto bareng-bareng sehingga pelayanan masyarakat itu tercapai dengan lancar,” ucapnya.
Ditemui usai Kirab Gunungan, Kepala Desa Lengkong, Nuroso, S.T. memaparkan rangkaian kegiatan Ruwah Dusun Kangkungan yang berlangsung selama 2 hari.
Hari Jum’at (30/1) dilaksanakan Khotmil Qur’an dan Pengajian Umum dengan penceramah Gus Thoriqul Afwa dari Mojokerto.
Puncak acara pada hari Sabtu (31/1). “Pagi, Kirab Gunungan dan Sedekah Bumi, serta Kesenian Tari Daerah. Malamnya, pagelaran Campursari dan Ludruk Bayu Wijaya Jombang,” jelas Kades Nuroso.
“Tema Ruwah Dusun Kangkungan 2026 ini adalah Spiritual Serta Penguatan Sosial Masyarakat,” pungkasnya. (Ertin Primawati)
