CB, Pasuruan – Dalam agenda reses yang di lakukan oleh para anggota DPRD Kabupaten Pasuruan masih tetap di jadwalkan untuk melakukan beberapa kegiatan yang selalu menajdi aspirasi masyarakat apalagi jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H diamana semua harga sembako selalu mengalami kenaikan harga. Untuk mengantisipasi hal tersebut kemarin 24 Pebruari 2026 Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menggelar diskusi dengan tema ‘Pasuruan Siaga: Menjaga Dapur Warga Jelang Hari Raya’. Fokus pembahasan yang di sampaikan meliputi stabilitas harga pangan, rantai pasok, serta perlindungan konsumen menjelang Idulfitri. Agenda tersebut menghadirkan 3 narasumber yang sesuai dengan tukpoksinya masing-masing di antaranya adalah Saad Muafi atau yang akrab disapa Gus Afi, Ning Ila sapaan karib Nur Laila, dan Fatiyyah Azzahro. Gus Afi menegaskan pentingnya pengawasan pasar agar tidak terjadi penimbunan. “Komisi II sudah memantau titik-titik krusial. Kami tidak ingin ada penimbunan. Dinas Perdagangan harus proaktif memantau harga harian dan inten melakukan sidak terutama pada pasar tradisional ” ujarnya.
Sementara itu, Ning Ila menyoroti aspek ketahanan pangan. Menurut dia, stok petani lokal cukup, namun distribusi yang panjang membuat harga di pasar lebih tinggi. Ia mendorong digitalisasi pasar agar jalur distribusi lebih efisien. Sedangkan Ning Fatiyah menekankan dukungan anggaran, termasuk Dana Tak Terduga untuk intervensi harga, serta pembangunan cold storage guna menjaga kualitas komoditas. Dalam sesi operasi pasar, mereka sepakat perlunya program pasar murah yang tepat sasaran. “Kami mewajibkan setiap operasi pasar diawasi ketat agar tidak diborong tengkulak,” kata Gus Afi. Ning Ila menambahkan, gerakan Pangan Murah melibatkan Gapoktan agar warga bisa membeli langsung dari produsen. Pembahasan juga menyinggung perlindungan konsumen. Gus Afi menegaskan sidak rutin akan dilakukan bersama Satgas Pangan. Di samping itu, Ning Ila menekankan pemeriksaan kesehatan hewan ternak, sedangkan Ning Fatiyah mendukung penguatan laboratorium pengujian pangan daerah. Peran UMKM turut dibahas. Ning Fatiyah menyebut program Bantuan Modal UMKM sebagai upaya menjaga usaha kecil tetap bertahan. Ning Ila pun mengimbau warga berbelanja di pasar tradisional, sementara Gus Afi memastikan regulasi bazar Ramadan dipermudah. Di akhir pemaparan, para narasumber mengingatkan warga agar tidak panik menghadapi kenaikan harga. “Stok pangan di Kabupaten Pasuruan aman hingga Lebaran. Jika menemukan harga tidak masuk akal atau penimbunan, segera lapor,” ucap Gus Afi. Sementara itu Jelang Bulan Suci Ramadhan 1446 H kemarin yakni Dinas Ketahanan Pangan, pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan mulai menggelar sidak dengan melakukan monitoring ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau harga daging sapi, daging ayam dan telur karena biasanya jauh sebelum Ramadhan harga-harga kebutuhan pokok terutama pada daging selalu mengalami kenaikan namun Pantauan di lapangan, beberapa pasar yang di kunjungi di wilayah Kecamatan Bangil, Pandaan hingga Purwosari menjadi target sasaran monitoring petugas. Shod
