CB, TULUNGAGUNG – Insiden yang terjadi di Ruang Anggrek RSUD dr Iskak Tulungagung beberapa hari lalu dipastikan masuk kategori Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) ringan.
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A., M.Kes, kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Ia pun memastikan seluruh prosedur keselamatan pasien telah dijalankan sesuai standar pelayanan rumah sakit.
“Keselamatan pasien adalah prioritas utama dalam setiap layanan kesehatan. Setiap insiden yang terjadi akan kami tangani secara serius melalui mekanisme yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Menurut dr. Aini, dalam setiap proses pelayanan medis selalu terdapat potensi risiko yang tidak sepenuhnya dapat dihilangkan.
Oleh karena itu, rumah sakit menerapkan sistem manajemen risiko terintegrasi untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya insiden selama pasien menjalani perawatan.
Sistem tersebut meliputi proses asesmen risiko, identifikasi potensi bahaya, hingga mekanisme pelaporan insiden secara transparan.
Selain itu, setiap kejadian juga dianalisis menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA) guna mengetahui akar permasalahan sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hal senada disampaikan dr. Yusfita Evi, Sp.PA, Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD dr Iskak. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit memiliki Subkomite Keselamatan Pasien yang menjadi bagian dari program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP).
Tim tersebut bertugas melakukan pemantauan, evaluasi, serta tindak lanjut terhadap setiap laporan insiden yang terjadi di lingkungan rumah sakit.
“Setiap insiden keselamatan pasien, baik KTD, Kejadian Nyaris Cedera (KNC), Kejadian Tidak Cedera (KTC), maupun Kejadian Potensial Cedera (KPC) wajib dilaporkan dan dianalisis secara komprehensif,” jelas dr. Evi.
Terkait insiden di Ruang Anggrek, pihak rumah sakit menyatakan komite terkait langsung bergerak cepat melakukan investigasi.
Subkomite Keselamatan Pasien bersama Komite K3 Rumah Sakit (K3RS) dan manajemen rumah sakit melakukan penilaian serta penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Hasil proses grading menunjukkan bahwa insiden tersebut termasuk dalam kategori KTD ringan. Sementara itu, alat yang sempat dilaporkan mengalami kerusakan telah diperbaiki oleh instalasi perbaikan sarana rumah sakit sehingga dapat kembali digunakan dengan aman.
Bahkan, manajemen rumah sakit juga telah menemui pasien beserta keluarga untuk memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian serta langkah penanganan yang telah dilakukan.
“Alhamdulillah, penjelasan kami diterima dengan baik oleh keluarga pasien,” ungkapnya.
Pasien yang bersangkutan juga telah mendapatkan perawatan lanjutan secara optimal hingga akhirnya diperbolehkan pulang dalam kondisi baik.
RSUD dr Iskak menegaskan komitmen terhadap keselamatan pasien akan terus menjadi prioritas utama dalam setiap layanan kesehatan.
Dengan sistem manajemen risiko yang terintegrasi serta pengawasan berkelanjutan, rumah sakit berupaya memastikan pelayanan yang aman, profesional, dan berorientasi pada mutu bagi masyarakat.
Keselamatan pasien, menurut manajemen rumah sakit, bukan sekadar prosedur, melainkan komitmen yang harus dijaga dalam setiap tindakan pelayanan medis. (tim)
