Plt Bupati Tulungagung Dorong Kampus Islam Peduli Lingkungan Lewat Ekoteologi

CB, ULUNGAGUNG — Upaya memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan zaman terus digencarkan. Hal ini tampak dalam kegiatan bertema implementasi ekoteologi dan literasi Al-Qur’an dalam ekosistem pendidikan tinggi Islam yang digelar di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Jumat (17/4/26). Acara tersebut turut dihadiri Plt Bupati Tulungagung, Achmad Baharudin.

Dan, legiatan ini menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Perguruan tinggi Islam dinilai memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya religius, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis.

Sebelum memasuki agenda utama, acara diawali dengan penandatanganan prasasti Gedung Laboratorium Terpadu dan Gedung Klinik kampus oleh Menteri Agama RI.

Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan layanan kesehatan di lingkungan kampus Islam.

Fasilitas baru tersebut diharapkan mampu menunjang aktivitas akademik secara optimal, mulai dari proses pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Kehadirannya juga dinilai penting dalam meningkatkan kualitas layanan bagi civitas akademika.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menyampaikan orasi ilmiah mengenai urgensi penguatan ekoteologi dan literasi Al-Qur’an.

Ia juga menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga mengandung ajaran tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Menurutnya, konsep ekoteologi menjadi jembatan antara nilai keimanan dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Oleh karena itu, ia mendorong agar gagasan ini menjadi gerakan bersama, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi Islam.

Selain orasi ilmiah, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi akademik, pemaparan program, serta penguatan literasi Al-Qur’an.

Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk membangun ekosistem kampus yang unggul secara akademik sekaligus berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Melalui momentum ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, kementerian, dan perguruan tinggi Islam.

Pasalnya, kolaborasi tersebut dianggap penting dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *