Harganas Ke-33 Surabaya Usung Tema “Ayah Wajib Hadir”

CB, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-33 di Graha YKP, Kamis (27/8/2026). Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, peringatan ini juga dimeriahkan dengan pameran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Kota Surabaya tahun 2026.

Suasana peringatan berlangsung hangat dengan hadirnya sesi talkshow keluarga bersama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Bunda Generasi Berencana (Genre) Kota Surabaya, Rini Indriyani, serta putra kedua mereka, Rahmad Haidar Pasha.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Eri Cahyadi menekankan bahwa keluarga adalah harta paling berharga. Ia mengimbau kepada kepala keluarga, khususnya para ayah, untuk selalu meluangkan waktu dan membangun komunikasi intensif dengan anak-anak mereka, meskipun terhalang jarak dan kesibukan pekerjaan.

Menurut Wali Kota Eri, keberadaan figur seorang ayah sangat menentukan pembentukan karakter serta kepercayaan diri seorang anak. “Sosok ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Kedekatan yang terbangun akan menjadi tolok ukur bagi anak perempuan dalam memilih pasangan hidup yang melindungi, bukan menyakiti,” tegas Wali Kota Eri.

Selain itu, Wali Kota Eri menyebut bahwa sosok Ayah menjadi panutan atau role model bagi anak laki-laki dalam belajar menjalankan tanggung jawab, kemandirian, komitmen, dan keberanian menghadapi kerasnya kehidupan.

“Percuma kita kerja berangkat pagi pulang malam mencari uang banyak, tetapi keluarga kita berantakan dan tidak bahagia. Anak butuh tempat curhat dan tempat diskusi. Ketika itu terjadi, maka keluarga di Surabaya akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ungkap Wali Kota Eri.

Sementara itu, Bunda Genre Kota Surabaya, Rini Indriyani menegaskan bahwa sosok ibu memiliki peran sebagai jembatan komunikasi antara anak dan ayah ditengah padatnya kesibukan. Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rini juga membagikan tips menjaga keharmonisan dan kualitas hubungan di tengah padatnya rutinitas keluarga.

“Luangkan waktu untuk berkumpul selama  15 menit dengan obrolan hangat, ini jauh lebih bermakna dibanding berjam-jam bersama tapi sibuk main Handphone masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya, melakukan percakapan santai dan bercanda bersama keluarga terbukti efektif menjadi penambah imun dan pereda stres setelah lelah beraktivitas. “Obrolan sederhana itu bisa menjadi peningkat imun, bukan hanya untuk saya dan suami, tapi juga untuk anak-anak,” tuturnya.

Disamping itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan, untuk mendorong keterlibatan aktif para ayah, pihaknya telah menggulirkan berbagai program interaktif berbasis komunitas dan digital.

“Kami memiliki program Sapa Ayah hingga tingkat Kecamatan dengan melibatkan Wali Kota sebagai narasumber langsung untuk para ayah di berbagai wilayah, seperti di Kecamatan Pacar Keling dan Genteng, yang mendapat antusiasme sangat tinggi,” kata Ida.

Ia menyebut, kelas online parenting setiap Rabu malam juga terus berlangsung untuk menjangkau para orang tua di seluruh kecamatan se-Kota Surabaya. Momen pendampingan khusus dilakukan pada awal tahun ajaran baru guna menguatkan mental dan kesiapan anak sekolah.

“Kami juga terus mendorong berbagai kegiatan literasi dan kedekatan emosional antara ayah dan anak yang diselenggarakan menjelang akhir tahun pembelajaran,” paparnya.

Pemkot Surabaya juga terus berkomitmen menguatkan ketahanan keluarga dari tingkat terkecil melalui berbagai program inovatif, seperti PUSPAGA, layanan Kemangi, hingga Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

“Melalui momentum Harganas Ke-33 ini, kami berharap seluruh orang tua dapat memposisikan diri sebagai sahabat dan pelindung bagi anak-anak mereka, demi mewujudkan Kota Surabaya yang sejahtera berbasis ketahanan keluarga,” pungkasnya. (bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *