CB – Hujan selama dua minggu yang turun secara intens, mengakibatkan terjadinya
Karena kondisi alam dan cuaca yang belum stabil, sehingga Tim SAR gabungan belum bisa menjangkau sampai bagian atas (titik longsor) maupun tengah karena potensi longsor masih tinggi.
Untuk memantau situasi lokasi longsong dan mencari adanya korban hilang yang belum ditemukan, maka hari ini, Jumat (23/2), tim SAR gabungan Lanud Atang Sendjaja dan Basarnas melaksanakan pemantauan ke lokasi longsor untuk memastikan sejumlah korban yang belum ditemukan. Helikopter AS 365 N3+ Dauphin Basarnas dari Lanud Atang Sendjaja, dikerahkan untuk memantau sejumlah titik longsor yang sulit terjangkau oleh tim SAR gabungan dari darat.
“Kondisi lokasi longsor yang cukup sulit dijangkau serta kultur lahan yang terdiri dari tanah dan lumpur, sangat menyulitkan tim Sar gabungan untuk meakukan pencarian. Karena itu kami kerahkan satu helikopter
Helikopter take off dari Lanud Ats menuju sasaran pencarian, diterbangkan oleh Mayor Pnb Betya Lukman membawa tiga orang personel Basarnas, dilepas oleh Komandan Wing Udara 4, Kolonel Pnb Bambang Juniar Djatmiko, S.Sos., dari dari depan hanggar Skatek 024 Lanud Ats. (Ertin Primawati)
