Plt. BUPATI KUNJUNGI SITUS BITING USAI LONGSOR

CB, Lumajang – Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M. Kes., meninjau Situs Biting peninggalan Patih Nambi, di Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono, Senin pagi (26/02/2018).  Situs Biting, beberapa waktu yang lalu, terdampak longsor erosi aliran sungai.

Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes., meminta dinas terkait untuk segera mengatasinya, sehingga tidak berdampak semakin luas. Instansi terkait langung dengan hal itu, daiantaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lumajang, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata ruang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang.

Lebih lanjut, Plt Bupati menyarankan, untuk antisipasi kerusakan yang lebih parah. Plt. Bupati juga meminta agar kawasan tersebut diberi tanda sehingga masyarakat juga tau dan ikut merawat situs tersebut.

Ketika dikonfirmasi media, Plt. Bupati menjelasakan saat ini pemerintah sudah menganggarkan untuk perawatan situs, namun memang belum menjadi prioritas, Ia berharap ke depan Bupati Lumajang yang nantinya akan terpilih bisa membuat program dan pendanaan sehingga kebutuhan perawatan situs dapat tertangani dengan baik.

Namun, untuk melakukan penanganan awal, Plt. Bupati meminta Kepala Disparbud Lumajang untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provisi Jawa Timur serta Badan Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur agar segera direkontruksi oleh tim ahli.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, Deni Rohman, AP., menjelaskan saat ini penanganan sementara masih ditangani oleh BPBD Lumajang, namun pihaknya akan segera melaporkan dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Di pihak lain, Salah satu pemerhati situs biting, Mansur menyampaikan bahwa saat ini masyarakat masih kurang peduli terhadap situs biting. Ia meminta agar pemerintah juga melakukan sosialisasi terkait dengan keberadaan situs tersebut. Sudah ditemukan bangunan menara pengawas di setiap sebrang sungai sejumlah 6 dibiting, namun saat ini tersisa 2 yang salah satunya terdampak longsor. Diperkirakan usia situs sekitar 700 tahun,”pungkasnya (kar/had)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *