CB, Surabaya – Program Kampung KB bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga. Kesejahteraan keluarga itu dimulai dari keluarga meliputi jumlah ideal keluarga hingga keharmonisan keluarga.
“Kenapa hal ini ditargetkan? Karena di keluarga ini sangat rentan. Ciri-cirinya adalah banyak janda-janda yang tidak terurus, usia sekolah tapi tidak sekolah juga banyak,” ungkap Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur H Yenrizal Makmur, SP MM, saat Sharing Meeting bersama Media Partner, di Tasty Resto, Surabaya, Rabu (14/11).
Yenrizal menjelaskan, sampai dengan tahun 2017, di Jawa Timur ini sudah terbentuk sebanyak 725 Kampung KB dari 664 kecamatan dan 38 kabupaten/kota.
“Kampung KB itu cirinya adalah dibentuk di daerah-daerah terpencil dan terisolir. Yang jauh dari sentuhan pembangunan oleh pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa keberadaan Kampung KB yang ada di kabupaten beda dengan yang di kota.
“Jangan disamakan antara Kampung KB yang ada di kota dan kabupaten. Kampung KB ini unik, tidak semua sama pengelolaannya,” tuturnya.
Orang nomor satu di BKKBN Jatim ini lalu mencontohkan salah satu Kampung KB yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Sebelum ada kampung KB, jalanan di desa tersebut hanya beruap bebatuan (makadam).
“Tapi setelah Kampung KB masuk, digantilah jalanan desa tersebut dengan paving. Sampai-sampai jadi salah satu kampung wisata di Banyuwangi,” pungkasnya.(yit)
