RSU KARSA HUSADA BATU PILIHAN UTAMA BAGI MASYARAKAT

CB, BATU – Rumah Sakit Paru Batu didirikan pada tahun 1912 pada masa penjajahan Belanda dengan pelayanan rawat jalan untuk penyakit paru yang berlokasi di kota Batu.

Pada tanggal 20 Maret 1934 dibuka ruang perawatan (Rawat Inap) yang diresmikan oleh Mas Soemarto (Patih Kabupaten Malang), JA Seven (Poning Master), de Ruyter de Wild (Voorith Bob) dan dikenal dengan nama “SANATORIUM”. Pada masa penjajahan Belanda, Rumah Sakit Paru dikuasai oleh Pemerintah Belanda dan dijadikan Rumah Sakit Belanda. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Rumah Sakit Paru diserahkan sepenuhnya ke Republik Indonesia khususnya ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu memiliki visi “Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama Masyarakat”. Dengan misi : a. Mewujudkan pelayanan kesehatan aman, ramah dan berkualitas; b. Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional dan  akuntabel; c. Mewujudkan RSU Karsa Husada Batu sebagai RSU Kelas B Pendidikan.

Adapun jenis pelayanan yang dimiliki RSKH adalah Pelayanan IGD 24 jam, Pelayanan Rawat Jalan, Pelayanan Rawat Inap, dan Pelayanan Penunjang. Pelayanan IGD meliputi pelayanan triage, resusitasi, tindakan, observasi, isolasi, pealayanan ambulance emergency, tim tanggap darurat, dan PONEK.

Sedangkan Pelayanan Rawat Jalan terdiri dari Poli Penyakit Dalam, Poli Bedah Umum, Poli Bedah Urologi, Poli Bedah Plastik, Poli Bedah Digestif, Poli Kebidanan dan Kandungan, Poli Kesehatan Anak, Poli Paru, Poli Gigi, Poli Bedah Mulut, Poli Syaraf, Poli Mata, Poli Jantung, poli THT, Poli Ortopedi, poli Penyakit Kulit dan Kelamin, dan Poli VCT. Pelayanan Rawat Inap di RSKH terdiri dari Ruang Anggrek (stroke unit dan paviliun), Ruang ICU-HCU, Ruang Matahari (rawat inap kebidanan dan kandungan), Ruang Seruni (rawat inap anak), Ruang Perinatologi (rawat inap bayi), Ruang Kemuning (rawat inap paru tidak menular), Raung Dahlia (rawat inap paru menular), Ruang Mawar (rawat inap bedah dan saraf), Ruang Teratai (rawat inap penyakit dalam).

Selain ketiga pelayanan tersebut RSKH dilengkapi pula dengan pelayanan penunjang yang meliputi kamar operasi, pelayanan radiologi, laboratorium, gizi, rehabilitasi medik, rekam medis, pelayanan ambulance dan mobil jenazah, hemodialisa atau cuci darah, endoskopy, CT scan, CSSD, laundry, IPSRS, kamar jenazah dan forensik, K3RS, dan adminstrasi manajemen. Pelayanan-pealayanan tersebut diupayakan terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, terutama masyarakat di sekitar Kota Batu. Dalam upaya untuk memenuhi pelayanan kesehatan bagi masyarakat tersebut RSKH terus berbenah diri dengan menambah gedung dan juga peralatan kesehatan sesuai dengan master plan yang ada.

Pengembangan peralatan RSKH yang direncanakan kedepannya adalah pelayanan rehab medik dengan alat Transcranial Magnetic Stimulator, High Magnetic Stimulator Therapy, Robot for High Magnetic Stimulator Therapy. Pelayanan mata dengan alat OCT Angiography dan Phacoemulsification. Pelayanan radioologi dengan penambahan alat Mammography, CT Scan 128 Slices, dan MRI (Magnetic Resonance  Imaging) 1,5 Tesla. Pelayanan jantung dengan adanya alat Kateterisasi Jantung (Cath Lab) dan Treadmill. Untuk pelayanan hemodialisa  atau cuci darah akan ditingkatkan kapasitas pelayanannya dari 5 mesin hemodialisa menjadi 20 mesin hemodialisa. Serta penambahan ruang kamar operasi dan alat bedah urologi (PCNL; ESWL).

Pengembangan peralatan dan juga gedung yang terus dilakukan di RSKH sudah barang tentu disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada. Baik itu dokter spesialis, dokter umum, perawat, tenaga kesehatan lain, maupun tenaga administrasi dan manejemen. Segala upaya yang dilakukan tersebut sekali lagi demi mewujudkan visi RSKH “Menjadi Rumah Sakit Pilihan Utama Masyarakat”. (ANGGA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *