PIHAK APARTEMEN SUDAH LAKUKAN PERBAIKAN RUMAH WARGA YANG TERDAMPAK RUSAK

CB, Sidoarjo – Puluhan warga RT 13 RW 04 Kelurahan Magersari Sidoarjo Kota turun ke jalan pada tanggal 9 Maret 2019 kemarin,menuntut agar proyek pembangunan apartemen tersebut dihentikan sementara,mengingat dampak lingkungan dari pembangunan apartemen banyak rumah warga yang mengalami kerusakan,retak retak,karena rumah warga sangat berdekatan dengan proyek tersebut.

Selain menyebabkan puluhan rumah retak, nyaris roboh dan bergeser hingga 5-10 cm, warga juga mengeluhkan air sumur mereka yang kini sudah tidak bisa dikonsumsi lagi.

Menurut Ketua RT setempat, Parmu, ” sejak awal, proses pembangunan salah satu dari dua tower apartemen ini sarat dengan kebohongan. “Warga rela melepas tanahnya ke pihak Sun City karena bilangnya untuk perluasan lahan parkir mall Sun City yang terletak di lokasi yang sama,” ujarnya,

Warga, kata dia, sejak awal keberatan bila areal yang hanya dibatasi tembok rumah mereka itu, dibangun tower apartemen tinggi.  Tapi, lanjutnya, proses perizinan berjalan mulus karena ada pihak yang memanfaatkan tanda tangan kehadiran warga saat sosialisasi, menjadi persetujuan warga terkait pembangunan apartemen, warga terdampak meminta kompensasi atas pencemaran lingkungan, dan kerusakan, sebesar Rp5 juta perbulan. Tapi keterlibatan berbagai pihak, menjadikan warga hanya bisa pasrah dengan kompensasi berbentuk sembako senilai sekitar Rp150 ribu perbulan.

Ketua RT dan sejumlah tokoh masyarakat sudah berusaha meminta bantuan ke berbagai pihak, agar proyek membahayakan warga itu dihentikan sementara dan diperika ulang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)-nya. “Tapi kami malah mendapat teror dari orang-orang tak dikenal,” ujarnya.

Rumah milik Ahmad misalnya, selain dindingnya sudah miring, keretakan juga terjadi di beberapa bagian. Bahkan latai rumah yang menempel dengan dinding rumah, sudah menganga hingga sekiar 10 centimeter. “Pintu rumah kami sudah tidak bisa ditutup, karena kusennya sudah bergeser,” ujarnya

Warga yang gagal melalukan ngosiaasi, akhirnya memasang spanduk penolakan di depan gang. “Mau mengadu ke mana lagi, kalau ke birokrat sudah tidak direspon. Ke DPRD juga tidak bisa karena para wakil rakyatnya sedang sibuk sendiri-sendiri menjelang pemilu legislatif. Kami tak mau ada warga yang menjadi korban gara-gara rumahnya ambruk,” ujarnya.

Salah seorang perwakilan Sun City, Dhuri bersama tim akhirnya mendatangi kumpulan warga. “Kami sudah menyiapkan 8-9 personil tukang untuk melakukan perbaikan rumah warga. Tapi sebagian warga terdampak minta agar perbaikan dilakukan setelah proses penanaman tiang pancang selesai,” ujarnya.

Tapi menurut Pramu, kondisi pondasi yang sudah rusak sangat membahayakan kalau renovasi hanya sekedar menambal dinding. Warga juga kecewa, karena perbaikan seperti stek dinding rumah retak yang sudah dilakukan di rumah warga, dinilai sangat tidak layak. “Ada rumah yang sudah distek dindingnya. Tapi kawatnya sangat kecil dan tidak layak,” ujarnya.

Menurut keterangan pihak suncity saat dikonfirmasi ” mengatakan,bahwa pihak suncity sudah mengambil tindakan dengan cara pendekatan kepada warga terdampak,dengan merenovasi rumah warga yang mengalami kerusakan,  kami sudah beriktikad baik kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan  dengan memperbaikinya kembali hingga selesai, sewaktu waktu, kapanpun warga meminta bantuan pada kita, kita pasti bantu dengan menurunkan tim dan petugas dari kita mas” Kata Dhuri .

Walaupun adanya warga terdampak,terkait pembangunan apartemen di sidoarjo tersebut,pihak perwakilan dari suncity sudah berupayah dengan segala cara untuk mengantisipasi persoalan warga sekitar,karena bagaimanapun pihak suncity dengan warga sekitar adalah tetangga,hendaknya etika bertetangga itu dijaga dan saling menghargai. (Angga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *