CB, Banyuwangi – Belakangan muncul misteri ketidak ikut sertaan salah satu murid ” S ” kelas XII, AK5 ,SMK Rogojampi Kabupaten Banyuwangi dalam pelaksanaan UNBK tahun 2019 kandas dan semakin menjadi perbincangan yang semakin memanas di lingkungan sekolahnya. Utamanya murid – murid yang satu kelas dengannya.
Bahkan sampai sekarang belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dirinya tidak mengikuti UNBK. Padahal sebelum pelaksanaan UNBK, ” S ” selalu aktif masuk sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar ” Ini kan waktunya UNBK, ujian akhir sekolah atau kelulusan, kenapa ” S ” kok tidak ikut ujian, apa masalahnya, apa ” S ” punya masalah dengan guru atau dengan sekolah, kok bikin kita curiga “. Kata segerombolan murid yang mengaku temannya.
Dirinya menambahkan bahwa jikalau ” S ” punya masalah dengan pihak sekolah atau apapun, tidak seharusnya ” S ” tidak bisa mengikuti ujian. Apalagi persoalan ” S ” ini masih menjadi misteri dan perbincangan di lingkungan sekolah ” Semestinya, apa yang menjadi masalah ” S ” ,dia harus tetap mengikuti ujian. Jangankan masalah yang dialami ” S ” ,bahkan pernah ada berita di TV bahwa ada anak sekolah kena kasus dan dipenjara, dia masih diikutkan ujian. Meskipun ujiannya di dalam penjara “. Terangnya.
Namun demikian, ketika beberapa awak media berusaha konferensi seputar misteri tersebut kepada kepala sekolah masih belum berhasil. Karena, menurut salah satu dewan guru ( 29/3/2019 ), kepala sekolah masih ada tugas di luar kota ” Maaf mas ( pers), kepala sekolah masih di luar kota. Sementara biar pak parni yang menemui mas ( pers). “. Anjurnya.
Sementara Parni, salah satu dewan guru ketika menemui beberapa awak media, terkesan menutupi misteri tersebut ” Kalau itu bukan menjadi ranah saya untuk memberikan keterangan. Tapi itu ranahnya kepala sekolah. Jangankan keterangan, meskipun saya punya nomer teleponnya kepala sekolah, saya tidak akan memberikannya. Karena etika “. Kata Parni agak ketus.
Disisi lain, ketika awak media meninggalkan sekolah, kebetulan di dekat pintu masuk dan keluar dari sekolah, seseorang yang mengaku guru, menanyakan kepada kami ( Pers), sekaligus menyayangkan adanya misteri serta tidak adanya keterangan dari pihak sekolah : Kasihan ” S “, tidak bisa mengikuti UNBK. Padahal ini ujian kelulusan. Dan kenapa Parni terkesan menutup langkah media. Memang bukan ranahnya Parni untuk memberikan keterangan. Tapi, setidaknya dia itu bisa ijin dulu kepada kepala sekolah atau menghubungkannya. Karena ini menyangkut nama baik sekolah “. Pungkasnya. ( Imm)
