Paskah, Memberi Pengharapan

CB, Mojokerto – “Ku bebas, bebas bebas karena pengampunNya. Ku bebas, bebas, bebas karna kuasaNya. Ku telah bebas oleh kuasa darahNya”. Gerak dan lagu tersebut mewarnai perayaan Paskah di Gereja Allah Baik (GAB) Mojokerto yang bertemakan : He is Risen!. Minggu (21/4/19).

Dalam khotbahnya Pdt DR. Hardjo Hosea mengatakan, “Janganlah kita jadi penonton, tapi kita harus terjun jadi pemain.”

1 Korintus 15 : 19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-oang yang malang dari segala manusia.

Ayat 20 Tetapi yang bebas ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

“Kalau kita tidak mengerti tentang Kebangkitan Yesus, maka sia-sia ibadah kita,” kata Pdt Hosea.

Pendeta Hosea bertanya, ”Mana yang betul. Kita hidup selama kita berpengharapan ataukah Kita berpengharapan selama kita hidup?.” Orang yang tidak berpengharapan, contohnya orang yang bunuh diri.

Yesus bangkit supaya manusia mempunyai hidup yang kekal, mempunyai pengharapan, seperti halnya Abraham.

Tuhan tidak pernah salah. Roma 4: 18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abrahan berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang di firmankan: “Demikianlah nanti banyaknya keturunanmu.”

“Paskah memberi pengharapan,” Tutup Pdt Hosea dalam khotbahnya. (Rtyn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *