Para penjual pecel lele, tahu campur dan Soto Lamongan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia seperti di Jakarta, Bandung, Medan dan Makasar, terpaksa harus menutup usaha mereka, karena sepi pembeli.
Dari jumlah 900 penjual masakan khas Lamongan yang terpaksa pulang 80 persen diantaranya adalah mereka yang selama ini berjualan di Jakarta.
Bupati Lamongan, Fadeli saat mendampingi Gubernur Khofifah Indarparawangsa, saat konferensi pers Sabtu sore di Gedung Grahadi, menyebut, kepulangan warganya itu karena para pembeli yang selama ini setia mengunjungi PKL asal Lamongan itu tidak lagi datang membeli karena takut terpapar virus Corona.
Menurut Fadeli, memang ada sebagian yang mengalihkan pembeliannya lewat online. Tapi jumlahnya hanya sekitar 20 persen dari jumlah pembeli sebelumnya.
Fadeli terus menyemangati warganya agar tidak menyerah. Apalagi ditengah situasi wabah corana. Fadeli meminta warganya untuk sementara tidak mudik dulu, sambil terus berihtiar menjaga usaha yang sudah dirintis selama bertahun tahun.
Bagi warganya yang sudah terlanjur pulang kampung, menurut Fadeli sudah dilakukan pemeriksaan di puskemas puskesmas dan rumah sakit yang ada di Lamongan. Hasilnya cukup baik semuanya dinyatakan sehat (hpo)
