Satgas TMMD ke-100 Kodim 131/Mrw “Tanamkan” Nilai-Nilai PANCASILA Kepada Anak SD di Daerah Perbatasan

CB, Morowali – Gemerlap pembangunan yang sudah berjalan sejak Indonesia Merdeka hingga saat ini kenyataannya masih belum dapat dirasakan secara merata oleh rakyat Indonesia khususnya di daerah-daerah perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil seperti Desa Winangabino Kec. Mamosolato Kab. Morowali Utara yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD ke-100 Kodim 1311/Mrw tahun 2017, (1 Oktober 2017).

Tingkat kesejahteraan Warga di daerah seperti ini hampir rata-rata jauh dari standar kelayakan yang diakibatkan oleh kondisi geografis yang menyulitkan Pemerintah menjangkau ke lokasi tersebut.

Fenomena keterbelakangan seperti diatas mengakibatkan warga menjadi terisolir dari derap roda pembangunan sehingga warga dilokasi tersebut cenderung sulit untuk beradaptasi dengan dunia luar atau orang lain seperti suku Wana yang ada di desa tersebut. Kondisi seperti ini apabila dibiarkan akan menjadi salah satu potensi ancaman bagi keutuhan bangsa karena memudahkan bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa Indonesia untuk memasukkan faham-faham ataupun ideologi di luar Pancasila seperti faham komunisme dll yang intinya untuk menanamkan rasa kebencian kepada Pemerintah , sehingga hal ini harus segera diantisipasi.

Mengacu dari situasi seperti diatas,  maka Program TMMD ke-100 kali ini disamping melakukan program perbaikan fisik juga melaksanakan program rehabilitasi mental warga masyarakat agar terbentengi dari pengaruh-pengaruh negatif orang-orang yang ingin menyusupkan paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kegiatan ini berupa pemberian penyuluhan-penyuluhan baik itu kesehatan,  narkoba, KB,  hukum termasuk Bela Negara dan penanaman nilai-nilai Pancasila baik kepada orang tua maupun kepada anak-anak sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar.

Dalam keterangan persnya Dandim 1311/Mrw Letkol Arh S.Saragih selaku Dansatgas TMMD mengatakan bahwa didaerah ini ada salah satu suku yang masih terbelakang seperti Warga dari Suku Wana. Warga binaan kami ini dulunya sulit menerima keberadaan orang lain,  akan tetapi berkat kerjasama yang baik antara Kodim, Polres dan Pemda lambat laun warga Suku Wana ini sudah mulai bisa terbuka dan beradaptasi dengan dunia luar dan orang lain,  jelas Letkol Saragih.

Beliau juga terus memerintahkan Babinsanya untuk terus mengajak Warga Suku Wana untuk melakukan kegiatan bersama-sama orang lain agar mereka tidak merasa disisihkan, untuk anak-anaknya mulai dari tingkat Sekolah Dasar sudah kita bentengi dengan pendidikan-pendidikan bela negara dan penanaman nilai-nilai Pancasila agar mereka tidak dapat disusupi paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Seiring dengan pelaksanaan TMMD kali ini kegiatan-kegiatan tersebut menjadi fokus utama kami untuk menanamkan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada masyarakat Suku Wana mulai dari tingkat anak-anak, jelas Beliau.

“Babinsa saya perintahkan untuk masuk kesekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan dan nasionalisme baik itu melalui kegjatan Pramuka,  Baris-berbaris maupun Upacara Bendera “.

Kegiatan Pramuka, Upacara dan Baris-berbaris merupakan salah satu langkah yang paling efektif untuk menanamkan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air kepada masyarakat khususnya anak-anak termasuk anak-anak dari Suku Wana ini.  (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *