Upacara Hari Kesaktian Pancasila Kenang Pahlawan Revolusi

CB, (Prd/Cen) Nabire – Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kabupaten Nabire, Komandan Kodim (Dandim)  1705/Paniai Letkol inf Jerry H.T. Simatupang menghadiri pelaksanaan Upacara Gabungan Hari Kesaktian Pancasila untuk mengenang para Pahlawan Revolusi yang gugur pada Gerakan 30 September atau G30S/PKI, Senin (02/10/2017).

Bapak Amirullah Hasyim,Wakil Bupati Kabupaten Nabire menjadi inspektur upacara pada Hari Kesaktian Pancasila yang diikutipara peserta upacara yang berjumlah ± 1000 orang diantaranya, Peserta Latihan Dasar CPNS dan PNS Pemda Kabupaten Nabire sebanyak 4 SSK, Kodim 1705/Paniai 1 SST, Batalyon Infanteri RK 753/AVT 1 SST, Zipur 12/OHH 1 SST, Polres Nabire 1 SST, Batalyon C Pelopor Brimob Nabire 1 SST dan Satpol PP 1 SST.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya, S.I.K., Danyonif RK 753/AVT Letkol Inf Endang Sumardi, S.Sos., Danden Zipur 12/OHH Mayor Czi Frassiscus Zaverius Douw, Asisten II Sekda Kabupaten Nabire Bapak Thaib.

Dalam sambutannya Bapak Amrullah menyampaikan bahwa, rakyat Indonesia tidak boleh melupakan sejarah, karena sejarah kita penuh dengan perjuangan untuk hidup yang penuh kesejahteraan, adil dan makmur.

“Peringatan hari Kesaktian Pancasila yang kita peringati hari ini merupakan bentuk penghargaan bagi para leluhur kita yang telah merumuskan nilai-nilai Pancasila untuk kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menyadari bahwa sesungguhnya kelima sila dari Pancasila itulah yang mampu menyelesaikan segala macam permasalahan yang ada di bangsa ini”, jelas Wakil Bupati.

Sesuai dengan tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017 yaitu, ” Kerja Keras Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Yang Adil Dan Makmur “. Kami dengan tegas menolakfaham-faham atau ajaran Komunis dikarenakanpemahaman seperti ini sangatlah bertentangan dengan Pancasila.

“Saya mengajak kepada kita semua agar tetap menjaga Empat Pilar Bangsa kita yaitu Pancasila, Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI yang merupakan harga mati bagi kita semua.Untuk itu, marilah selalu menjaga sikap toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang Agama, Suku, Ras, Adat Istiadat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, tegasnya.(Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *