CB, Jombang – Bripda Sheriff Gagah Hidayattulloh merupakan anggota Sat Lantas Polres Jombang yang pada Sabtu (16/12/2017) harus gugur saat sedang bertugas mengatur lalu lintas di sekitar perlintasan kereta api Bandar Kedungmulyo, Jombang.
Bripda Sheriff kehilangan nyawanya saat berusaha menghalau pengendara motor yang mencoba menerobos palang pintu kereta api. Namun nahas, saat ia tengah menghalau dan menyelamatkan nyawa orang lain, justru ia harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Bripda Sheriff lahir pada 7 Januari 1994 di Jombang. Ia merupakan anak ke dua dari dua bersaudara pasangan Maksum (59) dan Endang Salindri (58).
Ayah almarhum juga merupakan anggota Polri berpangkat Aiptu yang menjabat sebagai Kepala SPKT Polsek Diwek, Jombang.
Polisi kelahiran 1994 ini lulus dari SDN Jombang IV pada tahun 2006. Almarhum melanjutkan pendidikan di SMPN 2 Jombang, kemudian meneruskan di SMA PGRI 7 Jombang.
Kemudian Bripda Sheriff pun mengikuti pendidikan pembentukan (Diktuk) Brigadir Dalmas Polda Jatim.
Polisi bertinggi badan 177 cm itu pun lulus dari pendidikan pada 29 Desember 2014.
Setelah lulus dari pendidikan Polri, Almarhum Bripda Sheriff ditugaskan menjadi Banit Dalmas Sat Sabhara Polres Jombang.
Barulah pada 11 Mei 2016, Bripda Sheriff dipindah tugaskan di Sub Unit BM Unit Turjawali Sat Lantas Polres Jombang hingga ia ajal menjemputnya saat gugur dalam tugas Sabtu kemarin (16/12).
Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana mengatakan, “Bripda Sheriff memiliki kinerja yang bagus, tiap target operasi selalu almarhum capai. Tidak pernah almarhum melakukan pelanggaran, baik itu etik apa lagi disiplin.”
Namun meninggalnya Bripda Sheriff meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekan polisi di Polres Jombang.
Almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah, baik, dan mudah bergaul dengan semua orang.
AKP Inggal menuturkan, “Almarhum kalau apel dia paling tepat waktu, atur contraflow langsung siap dan sigap.”
Kasat Lantas Polres Jombang pun memiliki kenangan bersama Bripda Sheriff semasa almarhum masih hidup. Pada saat hari nahas itu, almarhum terlihat tak ada rasa lelah ketika bertugas mengatur kepadatan arus lalu lintas di jalur nasional Surabaya-Madiun, di mana tepatnya di perlintasan kereta api Bandar Kedungmulyo.
AKP Inggal mengatakan, “Waktu itu di perlintasan Bandar Kedungmulyo padat, karena pas dengan liburan sekolah ditambah lagi ada perlintasan. Almarhum malah memacu rekan-rekannya untuk melakukan contraflow. Tapi malah saat empat kali contraflow terjadi musibah.”
Jenazah almarhum telah dimakamkan di tanah kelahirannya di Perumahan Jaya Abadi Blok E 24, Jombang Kota.
Penghargaan pun diberikan kepada almarhum Bripda Sheriff karena dedikasinya selama ini.
AKP Inggal membenarkan, “Almarhum Bripda Sheriff mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat Briptu Anumerta.” (Febe)
