CB – Kapolri Jenderal Pol. H. mUhammad Tito Karnavian, Ph.D menerima brevet wing kehormatan dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Sebelum prosesi penyematan brevet, Kapolri diajak oleh Panglima TNI merasakan sensasi terbang menggunakan pesawat tempur jenis Sukhoi Su-30MK2.
“Ini pertama kali naik pesawat tempur. Tapi saya terus terang nyaman naik pesawat ini, karena kecepatannya kalau tidak dimanuver, nyantai saja, dia seperti naik mercy ya. Kalau naik komersial kira-kira naik Kijang,” kata Jenderal Pol. H. Muhammad Tito Karnavian,Ph.D di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017).
Jenderal Pol. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D bersyukur dengan jabatannya sekarang ia berkesempatan untuk menaiki pesawat tempur buatan Rusia tersebut.
“Jadi 30 menit lumayan ya terbang dan ini saya merasa sangat beruntung karena kalau nggak jadi Kapolri mungkin saya enggak terbang naik Sukhoi, pesawat salah satu yang tercanggih di dunia, dan dimiliki Indonesia,” jelas Kapolri.
Kapolri mengatakan, pesawat tersebut nyaman digunakan namun karena sering diajak manuver, ia pun merasakan pusing.
“Setelah itu dibawa manuver belok kanan kiri ke atas ke bawah, kepala pusing juga. Tapi mungkin pak Panglima TNI tidak pusing, kalau saya pusing dikit. Biasa nangkep maling, sekarang diajak naik pesawat,” katanya.
Sementara itu, menurut Kapolri, penerbangan selama tiga puluh menit tersebut memberikan kesan TNI-Polri sangat solid untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional dari ancaman-ancaman yang dapat mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Momentum tiga puluh menit ini juga memberi dampak yang luas kepada institusi, hubungan antara Polri dan TNI. Saya harap kebersamaan ini juga akan mewarnai di jajaran TNI dan Polri untuk tetap kompak di masa mendatang karena TNI dan Polri, dua pilar yang paling utama dalam peran menjaga NKRI,” jelasnya. (Febe)
