PJI Adakan Syukuran ke-19

CB, SURABAYA – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) baru-baru ini telah mengadakan acara syukuran yang ke 19 tahun dan terlihat PJI semakin kompak dalam menggalang kerukunan dan keakraban para anggota yang tergabung dalam PJI.

Selain anggota PJI, dalam acara syukuran tersebut hadir beberapa jajaran pejabat Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) Jawa Timur, diantaranya Kepala Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Jonathan Judyanto mewakili Gubernur, AKBP Fadly mewakili Kapolda dan Dandim 0831/ Surabaya Timur Letkol. Inf. Lukman Hakim mewakili Kodam V Brawijawa serta beberapa undangan lainnya dari jajaran Kepolisian maupun pemerintahan.

Acara yang berlangsung sangat sederhana tapi meriah sehingga terlihat penuh ke akraban, di gedung BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) Jalan Raya Tenggilis Surabaya, pada Jumat lalu.

Perlu diketahui, PJI merupakan wadah pemersatu yang menyatukan para rekan-rekan Jurnalis atau Wartawan dari berbagai media cetak atau elektronik yang ada di Indonesia. Sebagai Wartawan harus bisa mengoreksi diri sendiri agar lebih dewasa serta menjadi yang proposional .

Menurut keterangan Jentar selaku Humas PJI mengatakan,”acara syukuran atau perayaan ulang tahun yang ke 19 ini tidak hanya dilihat dari suatu kemeriahan acaranya namun ketulusan untuk mengucap syukur agar PJI ini bisa menjadi organisasi yang bertauladan,”terang jentar.

Sementara Gubernur Jawa Timur melalui Kepala Bakesbangpol Jonathan Judiantor mengatakan, pemerintah mengajak para jurnalis untuk memahami wawasan kebangsaan sebagai pemersatu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia Hartanto Buchori dalam sambutannya mengatakan, bahwa sejak 19 tahun lalu PJI mempuyai peran dalam perjuangan agar Undang-undan Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers agar menjadi lex specialis dalam penyelesaian sengeketa dalam permasalahan hukum.

Sama hal nya yang disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur melalui AKBP Fadly. Dalam amanat Kapolda yang disampiakan AKBP Fadly mengatakan, agar wartawan bekerja secara professional sebagaimana dalam Kode Etik Jurnalis serta menghindari pemberitaan yang bersifat “Hoax”,” Kata Fadly. (Bolang/Wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *