Jelang Panen Raya, Harga Beras di Halmahera Utara Turun 750 per Kg

CB, Halmahera Utara – Menjelang panen raya di awal tahun ini, harga beras di tingkat petani Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara kini turun menjadi 9250 per Kg. Padahal sejak 2 bulan terakhir para petani menikmati harga beras diatas 10.000 per Kg. Turunnya harga beras ini tentunya mendapat respon yang beragam dari petani.

Menurut Mahfudin, petani desa Makarti, Kecamatan Kao Barat, turunnya harga beras ini disebabkan beberapa desa seperti Sidomulyo, Beringin agung, dan Wonosari juga memasuki panen raya. Harga beras saat ini masih dinilai wajar asalkan jangan sampai turun dibawah 9.000 per Kg karena itu jelas merugikan petani, ujarnya.

Peneliti Sosek BPTP Malut, Yopi Saleh yang ikut menemani kegiatan panen padi pada hari Kamis (8/2/2018) seluas 2 hektar di desa Makarti menuturkan performa tanaman padi musim ini cukup bagus sehingga produktivitas rata-rata petani bisa mencapai 6-7 ton per hektar. Petani sudah banyak mengadopsi varietas unggul baru seperti Inpari 32, 36, 37, 42, 43, dan Mekongga. Tingginya produktivitas ini bisa membantu menigkatkan margin keuntungan petani meski harga beras turun. Petani di Kao Barat, umumnya tidak ada yang menjual gabah kering panen maupun kering giling, mereka langsung menjual beras karena dirasa lebih profitable, “ujarnya. Hanya saja, sejak kemarin curah hujan di Kao Barat cenderung meningkat sehingga petani kesulitas dalam menjemur gabahnya. Dikhawatirkan jika tidak ada solusi dalam pengeringan bisa menurunkan mutu beras. Saat ini BPTP hanya bisa membantu terpal untuk solusi sementara. Kedepan, sebaiknya bisa diperbanyak bangunan lantai jemur di setiap RT untuk memudahkan penanganan pasca panen, “pungkasnya. (Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *