CB, SURABAYA – Lembaga legislatif DPRD Kota Surabaya merasa dilecehkan oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini , karena tidak pernah hadir dalam rapat paripurna DPRD.
Meski sudah diundang oleh dewan, namun Risma selalu absen dari rapat paripurna DPRD Kota Surabaya.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Dharmawan mengatakan, setiap akan rapat paripurna mengapa Walikota Tri Rismaharini selalu tidak hadir, hanya diwakilkan oleh Wakil Walikotanya saja.
“Ini sangat tidak bagus untuk sebuah komunikasi antar lembaga pemerintah.”Ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (21/09/2018).
Ia menjelaskan, sudah seringkali Risma tidak menghadiri rapat paripurna dewan, mungkin ada belasan kali Walikota Risma absen dari rapat paripurna.
Padahal, tambah Dharmawan, paripurna DPRD merupakan rapat dari segala rapat penting yang ada di DPRD karena menghadirkan pejabat eksekutif dan kepala SKPD untuk membahas Perda, rencana program pembangunan kota, dan evaluasi pencapaian kinerja Pemkot Surabaya.
“Tidak hadirnya Risma setiap rapat paripurna, Ini jelas merendahkan Ketua DPRD dan seluruh anggotanya.”Tegas politisi Partai Gerindra Kota Surabaya tersebut.
Dharmawan kembali menjelaskan, dalam sebuah pemerintahan harusnya saling menghormati baik Walikota maupun DPRD. Karena sebuah pemerintahan ada Walikota, DPRD, dan Yudiikatif.
Nah, jika Risma selalu absen dari undangan rapat paripurna kesannya telah terjadi disharmonisasi antara Pemkot dengan dewan. “Kesan ini sangat tidak baik dari pandangan publik.”Kata Bang Aden, sapaan akrab Dharmawan.
Dirinya menambahkan, rapat paripurna dewan dilakukan bisa satu minggu dua kali bisa satu bulan delapan kali, hal ini untuk melihat sejauh mana kinerja Pemkot Surabaya dan lembaga legislatif dalam pencapaian program kerjanya. Jadi rapat paripurna sangat urgent sifatnya untuk menyamakan persepsi sesama lembaga pemerintah, dalam hal pembangunan kota dan kesejahteraan warganya.
“Nah kalo Risma jarang hadir rapat paripurna dewan, mau dibawa kemana Surabaya ini. Apa Risma merasa dirinya super power bisa membangun dan menjalankan roda pemerintahan hanya sendiri saja.”sindir Dharmawan.
Dharmawan kembali menambahkan, tidak hadirnya Risma setiap rapat paripurna dewan tentunya menjadi pertanyaan bagi masyarakat, bahkan dikalangan wartawan yang selalu monitor terhadap kinerja Walikota Surabaya, kesannya ada yang janggal.
Ia menegaskan, sekali lagi jika terus menerus Risma tidak hadir di rapat paripurna, ini sangat tidak baik dimata publik, kesannya terjadi disharmonis antara legislatif dan eksekutif.
“Bahkan infonya kalo Risma itu otokritik atau tidak mau dikritik. Infonya juga terjadi dikalangan wartawan, kalo Risma otokritik.”Ungkapnya. (lang)
