CB, Tanah Bumbu – Semakin banyaknya warung kopi dijalan Transmigrasi, kilo meter 7 dan kilo meter 8, Desa Sari Gadung, Kecamatan Simpang Empat, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan diduga meresahkan warga disekitarnya. Pasalnya diduga diantara warung warung itu melakukan praktek prostitusi yang berkedok warung kopi atau dikenal dengan warung remang-remang, lebih keren lagi disebut warung jablai.
Seorang tokoh masyarakat didesa Sari Gadung yang juga guru di SMKN 1 Simpang Empat, Kasidi, S.Pd telah mewakili para ketua RT yang lingkungannya terdampak oleh keberadaan warung-warung tersebut dan para ketua RT pun sudah menyatakan setuju serta bertanda tangan untuk diusulkan penertiban terhadap warung remang-remang tersebut yang disinyalir meresahkan warga.
Lingkungan RT yang terkena dampaknya adalah RT 02, RT 04, RT 05 dan RT 13, karena itu para Ketua RT dilingkungan tersebut telah bersepakat untuk segera mengusulkan kepada pemerintah Tanah Bumbu guna dilakukan penertiban atau penggusuran warung-warung yang dimaksud.
Menanggapi keluhan warga anggota DPRD Tanah Bumbu dari Partai Gerindra, Said Ismail Al Idrus mengatakan bahwa dia telah mengusulkan kepada Bupati Tanah Bumbu dan kepada Satuan Polisi Pamong Praja Tanah Bumbu supaya ditindak lanjuti terhadap warung-warung jablai tersebut yang ditenggarai telah meresahkan warga di lingkungan sekitarnya karena ada dugaan praktek prostitusi yang berkedok warung, selain itu jarak SMKN 1 Simpang Empat relatif dekat dengan lokasi tersebut. Sebagai antisipasi agar para pelajar SMK tersebut tidak terkontaminasi dengan kondisi didaerah tersebut mengingat sebagian pelajar SMK tinggal di rumah kos yang jauh dari pantauan orang tuanya, ungkapnya. (Jhon)
