CB, SURABAYA – Keterangan pers Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa, Jumat 3 April 2020, menyebut 33 warga Surabaya sebagai penderita baru Virus Corona. Itu angka paling tinggi dari 49 warga Jatim yang terinfeksi Corona. Tambahan 33 penderita baru itu semakin mengokohkan Surabaya sebagai daerah paling merah (daerah terinfeksi) di Jatim dengan jumlah penderita 77 orang. Boleh dibilang separuh lebih penderita Corona di Jatim ada di Surabaya.
Bandingkan dengan daerah daerah lain yang masuk kategori merah, seperti Malang Raya sepuluh orang, Sidoarjo 14 orang. Sidoarjo ini daerah tertinggi kedua setelah Surabaya. Daerah lainya yang jumlah penderitanya tergolong banyak yaitu Lamongan. Lamongan ini merupakan daerah terjangkit baru. Tiba tiba muncul dengan sepuluh penderita baru. Daerah daerah lain yang juga masuk daerah merah seperti Situbondo, Banyuwangi, Nganjuk, Jombang dan lain lain jumlah yang tetifeksi masih dibawah angka tujuh.
pengumuman perkembangan Corona di Jatim oleh Khofifah itu cukup mengejutkan. Sebab hari hari sebelumnya kenaikan jumlah mereka yang terinfeksi paling tinggi mentok diangka 11, itupun terjadi selama dua kali. Dan sejak Corona menyebar di Jatim, Khofifah pernah dua kali mengumumkan nihil terinfeksi. Selebihnya tambahan penderita baru jumlahnya di bawah angka sepuluh. Bahkan diawal pekan ini yaitu Senin dan Selasa tambahan hanya tiga terinfeksi. Senin satu orang dan Selasa dua orang. Kemudian Rabu naik 11 orang.
Memasuki hari Kamis, Corona istirahat, tidak ada yang terinfeksi. Banyak yang menduga Corona mulai melambat. Nah pada Jumat Corona muncul lagi menggandeng 49 warga Jatim masuk rumah sakit.
Kini setelah ada tambahan 49 terinfeksi jumlah keseluruhan terinfeksi Corona di Jatim berjumlah 152 orang.
Sedangkan PDP 717 orang dan ODP 9435 orang. Sementara yang sembuh menjadi 28 orang, setelah ada tambahan enam orang sembuh. Meninggal 11 orang.
Dalam keterangan persnya Jumat petang, Khofifah meminta warga Jatim untuk terus waspada. Sebab Corona masih terus mengancam. Patuhi himbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah. Kecuali bila memang ada keperluan penting.(hpo)
