CB, Tanah Bumbu – Sektor usaha pun ikut terdampak akibat wabah Covid-19. Sebagai contoh salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi karet, yaitu PT. Nusantara Batulicin. Karena disektor perkebunan karet yang turut terimbas Covid-19 sehingga membuat permintaan karet menurun drastis belakangan ini.
PT Nusantara Batulicin pun telah merasakan dampaknya dari bulan April lalu sampai sekarang. Senin (11/5/2020)
Dikatakan Manager Keuangan dan Umum PT.Nusantara Batulicin, Sugiantoro bahwa hal tersebut terjadi lantaran Penyebaran virus corona sehingga dapat mempengaruhi harga karet.
Lanjutnya bahwa dampak tersebut sangat terasa, pasalnya beberapa langganannya dipulau jawa dan jakarta telah slow down tutup usaha untuk sementara waktu.
Walaupun demikian pihaknya telah memiliki stok bahan karet yang lumayan banyak dibeberapa gudang, kalau dihitung jumlah keseluruhan secara materil capai 29 Milyar.
Selain itu, PT Nusantara Batulicin juga tetap bekerja serta turut membeli karet dari petani yang merupakan mitra kerja.
Ditambahkannya bahwa fihaknya tetap menerima karet dari masyarakat dengan harga Rp. 11.500 yang 100 % kering dan Rp. 6.500 untuk yang basah.
Sedangkan untuk pembayaran karet tersebut pun kami lakukan seara cicil paling lambat 3 sampai 4 hari,” ungkapnya.
(Jhon)
