CB, LUMAJANG – Wabah Corona Virus Disease (COVID-19) di Kab. Lumajang, belum ada tanda mereda. Namun, justru angka jumlah warga yang dinyatakan terpapar terus meningkat.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melalui Situs Resmi dalam update terbaru, Senin (25/05/2020) malam, merilis perkembangan persebaran COVID-19.
Untuk Kab. Lumajang, jumlah warga yang dikonfirmasi Positif COVID-19 bertambah 4 orang sehingga menjadi 44 orang.
Sebelumnya, jumlah warga yang dijonfirmasi Positif COVID-19 sejumlah 40 orang, sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Lumajang, dr. Bayu Wibowo saat Konferensi Pers di Lobby Kantor Bupati pada Sabtu lalu (23/05).
Keempat pasien yang dikonfirmasi Positif COVID-19 tersebut, masing-masing adalah (1) warga Griyo Tukum Indah Blok E; (2) warga Dsn Krajan RT 1/ RW 2 Desa Sentul Kec. Sumbersuko; (3) warga Dsn Nyeoran Blok K, Desa Kaliboto Lor Kec. Jatiroto; dan (4) warga Dsn Besuk RT 3/ RW 1 Desa Nguter Kec. Pasirian.
Sedangkan warga yang tergolong ODP (Orang Dalam Pemantauan) berkurang satu orang menjadi 368 orang. Dan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tetap sama dengan data sebelumnya, yaitu 84 orang.
Sejauh ini, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 13 orang. Hal itu, berdasarkan pada hasil test dua kali terakhir yang menunjukkan tanda negatif. Sedangkan, pasien yang meninggal dunia sebanyak 4 orang.
Sehubungan dengan itu, Pemerintah melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19 mengingatkan pentingnya mengikuti protokol kesehatan dalam upaya mencegah meluasnya persebaran COVID-19.
Protokol kesehatan tersebut, diantaranya, jaga jarak dengan orang lain (phsycal distancing); kenakan masker standart; sesering mungkin cuci tangan pakai sabun di air yang mengalir; hindari kerumunan; tidak keluar rumah jika tidak mendesak; dan tetap tinggal di rumah (stay at home).
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Lumajang, dr Bayu Wibowo mengingatkan, penularan COVID-19 sudah transmisi antar orang yang tanpa gejala (OTG). Itu sebabnya, pencegahan yang terbaik, adalah tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan.”pungkasnya (Hardy)
