CB, PROBOLINGGO – Adanya kompensasi terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 (Corona Virus Disease 2019)
oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial berupa Bantuan Sosial Tunai (BST) lewat Bank yang ditunjuk rupanya banyak menimbulkan persoalan dibawah.
Hal ini dipicu data yang dikeluarkan Kemensos terindikasi tidak sesuai riil dilapangan. Banyak penerima bantuan ini yang disinyalir tidak tepat sasaran, data tersebut dibilang data lama.
Kenyataannya justru membuat kelimpungan instansi terkait yang berada didaerah seperti yang dialami Dinsos Kota Probolinggo.
Hasil penelusuran media ini terhadap kevalidan data yang dikeluarkan Kemensos atas BST ini menunjukkan hal yang sangat memprihatinkan, mengingat banyak diantara keluarga yang tercatat sebagai warga miskin belum tercover bantuan tersebut. Sementara justru banyak diantara keluarga yang telah mampu secara finansial, masuk dalam data yang dimaksud.
Karena penyaluran BST ini melalui Bank yang ditunjuk, maka Dinas sosial sepertinya kesulitan mengidentifikasi, apakah sudah diterima atau belum. Kemudian kelayakan dari penerima, sehingga kami tidak bisa meng-handle, andaikata orang tersebut sudah mampu atau dobel, Dinsos tidak bisa bertindak.Ujar Drs Zainullah MM, Kepala Dinas Sosial kota Probolinggo saat dimintai tanggapan atas temuan tersebut.
Seperti diketahui Bantuan Sosial Tunai yang digelontorkan Kemensos ada dua jalur pengambilan yakni melalui Bank dan Kantor Pos. Kesulitan dari Dinsos daerah untuk memverifikasi data yang ada di Bank, mengingat Bank tidak menyampaikan ke kita data penerima bantuan ini. Seharusnya Pimbara (Pimpinan Bank-bank Negera) seperti BNI dan BRI menyampaikan data ke Dinsos bahwa orang ini sudah terverifikasi atau tidak. Selama ini Bank penyalur hanya menyampaikan realisasi atas pendistribusian BST tersebut. Selain itu bantuan ini kan bertahap, kami kuatir orang ini belum mencairkan dari tahap pertama, sehingga laporan kita belum bisa mengatakan bahwa ini sudah dicairkan atau belum.tambahnya.
Sangat ironis jika kenyataan dilapangan ditemukan hal demikian, sehingga hingga saat ini kesenjangan masih nampak jelas terlihat dilapangan, bahwa data penerima bantuan sosial tunai ini dinilai tidak valid. Penelusuran akan kami kembambangkan termasuk akan kroscek dan konfirmasi ke Bank penyelur bantuan tersebut. (Mamad/Team)
