CB SIGI – Semenjak Desa Kalamanta Berdiri Di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah para petani belum pernah memakai pupuk dan Pestisida (Racun Hama) Kimia Proses seperti ini mengatur Kelestarian Lingkungan dan keseimbangan ekosistem yang dimiliki. Tapi sangat memperhatinkan para petani didalam pengelolahan air menyalurkan ke Sawah begitu sederhana, sebab bendung air menggunakan bronjong bambu sementara irigasi tersier tidak ada hanya menggunakan pembuatan manual alias digali saja tanpa bangunan permanen.
Terlihat para warga desa melaksanakan pembuatan irigasi terseir secara manual kurang lebih sekitar 130 Orang dari pagi pukul 07.00 sampai selesai masing-masing membawa peralatan seperti Pacul, Scop dan parang. Erson Landu A.Md.Kep selaku Kepala Desa Sabtu 30/5 terangkan’ Selama berdirinya Desa ini Masyarakat saya belum pernah memakai Pupuk dan Pestisida (racun Hama)bahan Kimia, mengharapkan secara alam saja sambil membersihkan rumput tanpa semprot apalagi di Desa ini belum ada penyuluh dari Pertanian. Sambungnya’ Kegiatan sekarang ini membuat saluran air sepanjang kurang lebih 1,5 km demi mengaliri sawah seluas sekitar 100 Hektar, belum ada bangunan irigasi Tersier permanen, jika saluran rusak mereka hanya bisa bergotong royong untuk memperbaiki saluran itu. Masih dengan terangya, Sumber air dari ( Sungai karangan) masyarakat membuat bendung dari pada beronjong bambu seperti itulah masyarakat desa Kalamanta berusaha untuk mendapatkan hasil panen padi demi kelangsungan hidup mereka, Hasil panen padi tersebut sebagian tidak diperjual belikan, ada yang menyimpan dan juga dijual.
Masyarakat mengharapkan mendapatkan perhatian khusus agar sawah mereka teraliri dengan baik bisa menghasilkan panen lebih banyak lagi.(F)
