Anggap Hukum di Tulungagung Mati, Belasan Komat Gak-Kum Lakukan Sholat Jenazah di Depan DPRD dan Polres

CB, TULUNGAGUNG – Kasus pelembaran botol bir di Pendopo Kongas Arum Kusumoning Bongso Kabupaten Tulungagung, yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD setempat, yakni Suharminto dan Yoyok beberapa bulan lalu dianggap Komite Penyelamat Penegakan Hukum (Komat Gak-Kum) masih terkesan adanya ‘hukum’ tebang pilih.

Pasalnya, usai pelemparan botol bir yang dilakukan oleh dua oknum dan hanya Yoyok ditetapkan sebagai tersangka (sopir Suhaminto, red). Melihat ada permainan hukum, H. Hery Widodo SH. MH. CI.A dan Purnomo SH. MH selaku penanggung jawab Komat Gak-Kum melakukan aksi protes, dan akhirnya oknum DPRD ini pun ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, setelah ditetapkannya Suharminto sebagai tersangka, selang beberapa hari kemudian Suharminto datang ke pendopo dan meminta maaf langsung kepada Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo dan masyarakat Tulungagung serta ada kata sepakat damai.

Namun, usai permintaan maaf kepada bupati dan masyarakat Tulungagung yang disaksikan langsung Kapolres setempat serta saksi lainnya, maka kasus tersebut dihentikan alias SP3. Karena dianggap hukum di Tulungagung ini telah mati, Rabu (02/09), belasan Komat Gak-Kim melakukan aksi damai turun jalan, dan berkisar pukul 09.00 mereka belasan Komat Gak-Kim melakukan aksi damai di depan gedung DPRD dengan membawa keranda jenazah. Mereka, didepan gedung DPRD itu hanya melakukan sholat jenazah dan membaca yasin tahlil. Aksi tersebut, wujud rasa keprihatinan mereka terhadap hukum yang ada di ‘Kota Marmer’, tersebut. Usai melakukan aksi di depan gedung DPRD, belasan Komat Gak-Kim ini melanjutkan aksinya di polres setempat dengan jalan kaki. Dan, mereka, aksi yang dilakukannya depan Polres Tulungagung pun hanya melakukan sholat jenazah serta membaca yasin tahlil saja. Dan, usai melakukan sholat jenazah dan membaca yasin tahlil di depan Polres Tulungagung, mereka belasan Komat Gak-Kum membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

”Aksi ini wujud rasa prihatin kami terhadap hukum di kota kita. Untuk itu, kami sangat berharap adanya sikap tegas untuk penegak hukum dan tanpa adanya tebang pilih,” kata H. Hery Widodo SH. MH. CI.A kepada Cahaya Baru saat aksi demo di depan gedung DPRD.(cip/rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *